ANALISIS SPASIAL KEJADIAN PETIR DI KOTA BOGOR TAHUN 2017 DAN KORELASINYA DENGAN IKLIM MUSIM SERTA CURAH HUJAN

M. Fakhrul Islam Masruri, Aditya Setyo Rahman

Abstract


Kota Bogor, Jawa Barat terletak pada ketinggian 190-330 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata terendah mencapai 21o C serta lokasinya di kaki Gunung Salak dan Gunung Gede, membuat daerah ini rentan terhadap hujan orografis yang disertai dengan sambaran petir. Sambaran petir, terutama jenis petir CG (cloud-to-ground) bersifat merusak objek-objek yang ada di permukaan bumi. Oleh karena itu, informasi spasial tentang distribusi sambaran petir cukup diperlukan untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh sambaran petir. Penelitian ini membahas distribusi sambaran petir di Kota Bogor selama tahun 2017 untuk menentukan daerah mana yang paling rawan akan sambaran petir. Analisis distribusi sambaran petir dikorelasikan dengan data curah hujan per bulan di daerah tersebut. Dilakukan juga pengelompokan data petir berdasarkan periode iklim musim di Indonesia. Data petir yang digunakan diperoleh dari rekaman detektor petir BOLTEK Stasiun Geofisika Bandung selama tahun 2017. Dan data curah hujan bersumber dari data Stasiun Meteorologi Citeko. Analisis spasial untuk menentukan daerah rawan petir yang digunakan adalah interpolasi metode kriging. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Bogor Selatan sebagai daerah yang paling rawan sambaran petir. Kemudian kejadian petir terbanyak pada musim pancaroba dan belum ditemukan korelasi positif antara kejadian petir dengan curah hujan.

Keywords


petir, curah hujan, iklim musim, analisis spasial, interpolasi kriging, lightning detector

Full Text:

PDF

References


D. L. Carey and A. St. Rutledge. (2000). The Relationship Between Precipitation and Lightning in Tropical Island Convection: AC-Band Polarimeter Radar Study. Monthly Weather Review, Vol. 128, 2687–2710.

O. Pinto Jr., I. R. C. A. Pinto, D. R. de Campos and K.P. Naccaroto. (2009). Climatology of Large Peak Current Cloud-to-ground Lightning Flashes in Southern Brazil. J. Geophysics, Vol. 114, D16105.

T. Gunawan dan L. Pandiangan. (2014). Analisis Tingkat Kerawanan Bahaya Sambaran Petir dengan Metode Simple Additive Weighting di Provinsi Bali. Jurnal Meteorologi dan Geofisika BMKG.

Umaya dan Supardiyono. (2017). Analisis Pemetaan Daerah Rawan Petir dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) di Wilayah Surabaya. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia (IFI), Vol. 06, 25–32.

Wisnubroto, S. (1983). Asas–asas Meteorologi Pertanian. Ghalia Indonesia. Jakarta Timur.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.996

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License