PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP NILAI KOEFISIEN ALIRAN PERMUKAAN SUB DAS GARANG KOTA SEMARANG: UPAYA EVALUASI TATA RUANG KAWASAN PERMUKIMAN

Bitta Pigawati, All Denicko Roynaldi, Dhiaz Putri Desectasari, Mishbah Prismadany Hutama

Abstract


Perkembangan Kota Semarang yang cukup pesat membawa konsekuensi terjadinya alih fungsi lahan dari kawasan tidak terbangun menjadi kawasan terbangun. Penggunaan lahan merupakan cerminan aktivitas manusia terhadap lahan. Penggunaan lahan dapat dideteksi berdasarkan penutup lahannya. Bencana banjir terjadi karena pemanfaatan lahan yang tidak sesuai bagi peruntukannya. Perubahan penggunaan lahan mengakibatkan berubahnya limpasan air permukaan, yang dapat diketahui berdasarkan nilai koofisien aliran permukaan. Wilayah Sub DAS Garang dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan wilayah Kota Semarang yang berpotensi rawan banjir. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh perubahan penggunaan lahan terhadap nilai koefisien aliran permukaan Sub DAS Garang di Kota Semarang sebagai upaya evaluasi Tata Ruang Kawasan Permukiman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan analisis spasial dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis dan Remote Sensing (GIS/RS) pada sebagian besar analisisnya, serta qualitative content analysis pada sebagian kecil lainnya. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah terjadi peningkatan nilai koefisien aliran permukaan Sub DAS Garang akibat perubahan penggunaan lahan. Berdasarkan penelitian ini dapat dirumuskan rekomendasi penggunaan lahan yang dapat meminimalisasai bencana banjir pada wilayah cakupan Sub DAS Garang dengan mempertimbangkan arahan Dokumen Rencana Tata Ruang Kota Semarang.

Keywords


penggunaan lahan, koefisien aliran permukaan, sub DAS Garang

Full Text:

PDF

References


Acclivity Noveltine Libertyca, Joko Sudibya, Y. W. (2015) ‘Identifikasi Koefisien Limpasan Permukaan di Sub DAS Suco Kecamatan Mumbulsari Kabupaten Jember menurut Metode Cook’, Berkala Ilmiah Pertanian.

Arsyad, S. (1989) Konservasi Tanah dan Air. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Asdak, C. (2002) Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: UGM: Perpustakaan Digital UGM.

BPS Kota Semarang (2017) Kota Semarang Dalam Angka Tahun 2017. Kota Semarang.

Budi, P. S. H. S. T. (2008) Pengantar Interpretasi Citra Penginderaan Jauh. Semarang: lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Universitas Negeri Semarang.

Chapin F. Stuart and Edward J. Kaiser (1979) Urban Land Use Planning. University Chicago: University of Illionis Press.

Du, J. and Wang, C. (2016) ‘Exploring Reciprocal Influence between Individual Shopping Travel and Urban Form: Agent-Based Modeling Approach’, Journal of Urban Planning and Development, 142(1), pp. 1–9. doi: 10.1061/(ASCE)UP.

Dwiati Wismarini, Dewi Handayani, F. A. (2011) ‘Metode Perkiraan Laju Aliran Puncak (Debit Air) sebagai Dasar Analisis Sistem Drainase di Daerah Aliran Sungai Wilayah Semarang Berbantuan SIG’, Jurnal Teknologi Informasi DINAMIK, 16(2), pp. 124–132.

Eko, T. and Rahayu, S. (2012) ‘Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaiannya terhadap RDTR di Wilayah Peri-Urban Studi Kasus : Kecamatan Mlati’, Pembangunan Wilayah dan Kota, 8(4), pp. 330–340.

Floyd F. Sabins (1978) Remote Sensing: Principles and Interpretation. W. H. Freeman.

Haixiao Pan, Qing Shen and Ming Zhang (2009) ‘Influence of Urban Form on Travel Behaviour in Four Neighbourhoods of Shanghai’, Urban Studies, 46(2), pp. 275–294. doi: 10.1177/0042098008099355.

Kusrini, Suharyadi and Hardoyo, S. R. (2011) ‘Perubahan Penggunaan Lahan Dan Faktor Yang Mempengaruhinya Di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang’, Majalah Geografi Indonesia, 25(1), pp. 25–42.

Pemerintah (2007) Undang-Undang No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Indonesia.

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (2008).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 (2016).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 (2012) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Indonesia.

Prasasti, I. (2014) Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Analisis Pengaruh Perubahan Lahan Terhadap Distribusi Spasial dan Koefisien Aliran Sungai di DKI Jakarta. Jakarta.

Restina (2009) Evaluasi Penggunaan lahan Eksisting dan Arahan Penyusunan Rencana Tata Ruang Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Ritohardoyo, S. (2009) Perencanaan Penggunaan Lahan. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.

BPBD Kota Semarang. (2018) Daerah Rawan Bencana Banjir di Kota Semarang. Available at: bpbd.semarangkota.go.id.

Shirvani, H. (1985) The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold: New York.

Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan (2004).

Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana (no date).

Wahyuno, M. Zainal Abidin, Adi Priyono, dan S. (2001) ‘Studi Perubahan Penggunaan Lahan Di Sub DAS Citarik, Jawa Barat dan DAS Kaligarang, Jawa Tengah’, in Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah. doi: 979-9474-06-X.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.994

Article Metrics

Abstract view : 81 times
PDF - 67 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License