PEMETAAN KERENTANAN LAHAN SAWAH DI KABUPATEN KARAWANG

Bambang Riadi

Abstract


Musim hujan dengan intensitas yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya banjir. Banjir sebagai salah satu fenomena perubahan iklim yang dapat mengancam kawasan pertanian dan dapat mengakibatkan gagal panen, menurunkan mutu hasil, terganggunya produksi serta penurunan pendapatan petani. Bentuk lahan memiliki peran penting dalam penelitian banjir, karena bentuk lahan merupakan salah satu area dimana proses mengalirnya air hujan menuju ke laut. Kejadian banjir menimbulkan kerentanan yaitu suatu keadaan penurunan ketahanan akibat pengaruh banjir yang mengancam kehidupan, mata pencaharian, sumber daya alam, infrastruktur, produktivitas ekonomi, dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemetaan kerentanan fisik lahan dan kerentanan sosial ekonomi petani terhadap kejadian banjir. Kerentanan fisik lahan menggambarkan tingkat kerusakan yang timbul bila terjadi banjir, dan dampak yang ditimbulkan terhadap keluarga petani dinyatakan sebagai kerentanan sosial ekonomi. Penentuan kerentanan dengan metode skoring dan pembobotan terkait penggunaan lahan, ketinggian topografi, jarak dari sungai serta dampak sosial ekonomi terhadap petani. Wilayah yang memiliki kerentanan tinggi dapat mengakibatkan elemen risiko (element at risk) untuk terpapar bahaya menjadi semakin besar dan dapat meningkatkan risiko bencana.

Keywords


Gagal panen, bentuk lahan, skoring, pembobotan

Full Text:

PDF

References


Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2012. Bencana di Indonesia 2012. BNPB, Jakarta

Cornelia, FA., van Wesenbeeck, Ben GJS., Sonneveld, Roelf LV. 2016. Localization and characterization of populations vulnerable to climate change: Two case studies in Sub-Saharan Africa. Applied Geography. Elsevier. 66(2016): 81-91

Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan dan Peternakan /Department of Agriculture Karawang Regency (DPKPP), 2016. Potensi pertanian di Kabupaten Karawang Ikhwani, 2013. Ketahanan Varietas Padi Toleran Rendaman dan Responnya terhadap Pemupukan. Jurnal Lahan Suboptimal. ISSN: 2252-6188 Vol.2 No.1, April 2013.

Rasyidie, A. 2013. Banjir Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol. 24 No.3 Desember 2013

Parsa, IM. 2014. Uji Coba Model Pemetaan Lahan Sawah Berbasis Perubahan Penutup Lahan Citra Landsat Mosaik Tahunan di Jawa Barat. Jurnal Penginderaan Jauh Vol.11 No.1 Juni 2014: 15-28

Pourali, SH., Arrowsmith, C., Chrisman, N., Matkan, AA., Mitchell, D. 2014. Topography Wetness Index Application in Flood-Risk-Based Land Use Planning. Appl. Spatial Analysis 9(1): 39-54. DOI 10.1007/s12061-014-9130-2.

[PSBA] dan Bakosurtanal. 2005. Pusat Studi Bencana Alam UGM. Laporan Pengkajian Model Pemetaan Risiko Bencana Alam. PSBA UGM-Yogyakarta.

Riadi B dan Suriadi AB. 2017. Identification of paddy field using Landsat image in Karawang Regency, West Java. The 3rd International Symposium on LAPAN-IPB Satellite: For Food Security and Environmental Monitoring 2016” IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 54(2017) 012014 doi:10.1088/1755-1315/54/1/012014

Wisner BP, Blaikie T, Cannon, Davis I. 2004. At Risk Natural hazards, People’s Vulnerability, and Disasters, 2nd end, London: Routledge.

Wignyosukarto B. 2007. Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu dalam Upaya Pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium 2015. Pidato Pengukuhan Guru Besar FT UGM.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.993

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License