POLA SENSITIVITAS WILAYAH KEKERINGAN DI KABUPATEN BOJONEGORO

Amrih Halil

Abstract


Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkena dampak kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menyebutkan 17 kecamatan yang dilanda kekeringan itu sebagian besar berada di Bojonegoro bagian selatan, yaitu Kedewan, Sugihwaras, Kedungadem, Sukosewu, Tambakrejo, Balen, Kasiman, Ngasem, Baureno, Trucuk, Kepohbaru, Dander, Ngraho, Bubuan, Malo, Tambakrejo, dan Margomulyo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sensitivitas wilayah Kabupaten Bojonegoro terhadap bencana kekeringan yang dikaji berdasarkan aspek fisik, dan aspek sosial. Parameter fisik yang meliputi curah hujan yaitu rata-rata jumlah curah hujan selama 30 tahun (1986-2015), jenis tanah untuk melihat tekstur dan solum tanah, dan kemiringan lereng. Sedangkan parameter sosial yaitu jumlah penduduk, terkait dengan kebutuhan air penduduk. Metode yang digunakan dari penelitian ini yaitu metode overlay dan skoring. Tingkat sensitivitas wilayah dibagi menjadi tingkat sensitivitas rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Tingkat sensitivitas rendah tersebar di Kecamatan Gayam. Tingkat sensitivitas sedang tersebar di Kecamatan Kedawen, Kasian, Malo, Padangan Purwosari, Temayang dan Sukosewu. Tingkat Sensitivitas tinggi tersebar di Kecamatan Tambakrejo, Kapas, Balen, Kanor, Sumberejo, Kedungadem dan Gondang. Tingkat sensitivitas sangat tinggi tersebar di Kecamatan Margomulyo, Ngrahu, Dander, Bojonegoro, Trucuk, Baureno, Kepohbaru, Kedungadem, Gondang dan Sekar.

Keywords


Curah Hujan, Kabupaten Bojonegoro, Kekeringan, Pola Sensitivitas

Full Text:

PDF

References


Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). (2015). Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut

Indonesia Dasarian III Updated 30 November 2015. Malang: Stasiun Klimatologi Karangploso

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). (2015). Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut-turut

Update 31 Agustus 2015. Malang: Stasiun Klimatologi Karangploso

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro. (2017). Bojonegoro Dalam Angka 2016. BPS: Bojonegoro

Iskandar, I. (2008). Ada "Dua Kutub" di Samudera Hindia. Diambil kembali dari fisik@net, referensi utama:

http://www.fisikanet.lipi.go.id/

Kodoatie, R. J. &R. Sjarif. (2010). Tata Ruang Air. Yogyakarta: Andi

Rohmah, F. (2014). Pengaruh Penyimpangan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan Di Kabupaten Kebumen.

Depok. Skripsi Departemen Geografi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas

Indonesia

Susanto. (2014). Risiko Bencana Kekeringan di Indonesia dalam FGD Peta Eksposure Kekeringan. BMKG.

Jakarta

Tjasyono, Bayong. (1999). Klimatologi Umum. Bandung: Institut Teknologi Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.991

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License