DISTRIBUSI TEMPORAL CURAH HUJAN DAN KETERSEDIAAN AIR TANAH PERIODE 2000-2010 Studi Kasus: Stasiun Meteorologi Susilo Sintang dan Stasiun Meteorologi Maritim Bitung

Hanifa Nur Rahmadini, Audia Azizah Azani, Hasti Amrih Rejeki

Abstract


Fluktuasi curah hujan dipengaruhi berbagai faktor lokal hingga faktor global. Kompleksitas kondisi atmosfer Indonesia membuat distribusi curah hujan di berbagai wilayah Indonesia memiliki keunikan tersendiri. Curah hujan adalah salah satu faktor cuaca yang secara langsung dapat mempengaruhi ketersediaan air tanah. Pada penelitian ini penulis menggunakan satu sampel pada daerah dengan tipe curah hujan ekuatorial dan satu sampel pada daerah dengan tipe curah hujan monsunal. Kemudian akan diteliti bagaimana distribusi temporal curah hujan pada periode 2000-2010. Distribusi temporal curah hujan akan mempengaruhi ketersediaan air tanah (KAT) pada wilayah tersebut. Metode perhitungan yang digunakan untuk menghitung nilai KAT adalah metode neraca air Thornthwaite-Mather. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa pada pola curah hujan ekuatorial dan monsunal memiliki distribusi temporal KAT yang hampir sama. Pada periode kering dan basah distribusi temporal curah hujan dan ketersediaan air tanah akan mengalami perbedaan.

Keywords


distribusi temporal; curah hujan; ketersediaan air tanah

Full Text:

PDF

References


Aldrian, E. dan Susanto, R. D. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. Int. J. of Climatol. 23: 1435–1452.

AMS Glossary. (2012). Rainfall. Cited in http://glossary.ametsoc.org/wiki/Rainfall [6 Juli 2018]

Ayu, Ieke Wulan, Sugeng Prijono, dan Soemarno. (2013). Evaluasi Ketersediaan Air Tanah Lahan Kering di Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa Besar. J-PAL 4(1): 18-25.

BMKG. (2017). Prakiraan Musim Kemarau 2017 di Indonesia. BMKG: Jakarta.

Bonita, R. dan Mardyanto, M. A. (2015). Studi Water Balance Air Tanah di Kecamatan Kejayan, Kabupaten

Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Jurnal Teknik ITS. 4(1): 21026.

Jauhari, Marisdha, Donny Harisuseno, dan Ussy Andawayanti. (2016). Penerapan Metode Thornthwaite Mather dalam Analisa Kekeringan di DAS Dodokan Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Cited in pengairan.ub.ac.id [16 Agustus 2018]

Muliranti, S., Hadi, M.P. (2013). Kajian Ketersediaan Air Meteorologis untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Domestik di Provinsi Jawa Tengah Dan DIY. Jurnal Bumi Indonesia. 2(2): 23-32.

Pawitan H, Irsal L, Heny S, Rizaldi B, Handoko dan Justika S. Baharsjah. (1996). Implementasi Pendekatan

Strategis dan Taktis Gerakan Hemat Air. Seminar Nasional Pemantapan Gerakan Hemat Air untuk Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumberdaya Air. Jakarta.

Tamba, Cuprtino, Manyuk Fauzi, dan Imam Suprayogi. (2016). Kajian Potensi Ketersediaan Air Menggunakan Model Neraca Air Bulanan Thornthwaite-Mather (Studi Kasus: Sub DAS Subayang Kampar Kiri Hulu). Jom

FTEKNIK Volume 3 No. 2. Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset Yogyakarta, Yogyakarta.

Tukidi. (2010). Karakter Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Geografi. 7(2):136 - 145.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.988

Article Metrics

Abstract view : 27 times
PDF - 43 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License