POLA SPASIAL ATRAKSI WISATA DAN FASILITAS PENUNJANG PARIWISATA DI KECAMATAN TANJUNGPANDAN, KABUPATEN BELITUNG

Febriska Fitria Mafliyanti

Abstract


Kecamatan Tanjungpandan merupakan ibukota Kabupaten Belitung yang terletak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kecamatan yang dijadikan sebagai Wilayah Pembangunan Koridor A oleh pemerintah daerahnya. Pembangunan ini menargetkan kepada seluruh aspek, salah satunya yaitu pariwisata. Agar dapat dijadikan sebagai kawasan wisata, maka diperlukan atraksi wisata. Atraksi wisata yang ada di Kecamatan Tanjungpandan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu atraksi alam dan buatan. Atraksi ini selain menarik wisatawan, juga berimplikasi terhadap fasilitas-fasilitas penujang lainnya untuk memudahkan wisatawan yang berdatangan ke Kecamatan Tanjungpandan. Fasilitas-fasilitas penunjang tersebut yaitu penginapan, restoran, pasar modern, dan pusat oleh-oleh. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan plotting titik-titik atraksi wisata beserta dengan fasilitas-fasilitas penunjang menggunakan GPS lalu hasilnya diolah menggunakan software ArcGIS 10.1 dan Microsoft Excel dengan analisis tetangga terdekat dan analisis spasial deskriptif untuk melihat pola sebarannya. Berdasarkan pembangunan aksesibilitas dan infrastruktur yang cenderung mengarah ke pusat kota, maka hasil dari penelitian ini berupa pola spasial dari atraksi wisata yang terkonsentrasi di dekat pusat Kota Tanjungpandan dan fasilitas penunjang yang juga terkonsentrasi di sekitar atraksi-atraksi wisata.

Keywords


Atraksi; Fasilitas Pendukung; Pola Spasial; Pariwisata

Full Text:

PDF

References


Hainim, Bem. (2000). Manajemen Atraksi Wisata. Bandung: Sekolah Tinggi Pariwisata

Hidayat, Marcellia. (2011). Strategi Pengembangan dan Perencanaan Objek Wisata. Tourism and Hospitality Journal, 1 (01), 33-44.

Khakim, Muhammad Lutfi. (2012). Pola Persebaran Pemukiman di Kecamatan Kendal Kabupaten Kendal. Skripsi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta. 87 hlm.

Lew, Alan A., et al. (2008). World Geography of Travel and Tourism. Canada: Elsevier.

Manafe, Janri., et al. (2016). Pemasaran Pariwisata Melalui Strategi Promosi Objek Wisata Alam, Seni, dan Budaya (Studi Kasus Pulau Rote NTT). Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam, 4 (01), 102-123. ]

Peraturan Bupati Belitung. (2014). Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Belitung. Peraturan Daerah Nomor: 35 Tahun 2014. Bupati Belitung. Belitung.

Soekadijo, R.G. (1997). Anatomi Pariwisata. Jakarta: PT Gramedia Utama.

Stevianus. (2014). Pengaruh Atraksi Wisata, Fasilitas, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Jurnal Ekonomi Bisnis, 19 (3), 39-49.

Suwantoro, Gamal. (2004). Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wahdiniwaty, Rahma. (Tanpa Tahun). Aksesibilitas Wisata Pada Kota Metropolitan di Negara Berkembang. Majalah Ilmiah Unikom, 11(02):200-209




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.986

Article Metrics

Abstract view : 30 times
PDF - 45 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License