INDEKS KELEMBABAN TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8

Eva Achmad, Hamzah Hamzah, Albayudi Albayudi, Bima Bima

Abstract


Informasi mengenai kelembaban tanah diperlukan bagi pemerintah (pengelola kawasan) maupun pihak perusahaan atau pemegang ijin pemanfaatan hutan diantaranya dalam bidang manajemen sumber daya air, peringatan awal kekeringan, dan perkiraan cuaca/iklim. Indeks kelembaban (NDMI) merupakan salah satu indeks yang digunakan untuk mendeteksi kelembaban suatu permukaan lahan. Kelembaban, khususnya, kandungan air berperan penting terhadap jalannya fungsi suatu vegetasi. Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh yang berada di dua Provinsi yaitu Provinsi Riau dan Jambi. Hasil penelitian menunjukkan kelembaban permukaan di kawasan TNBT tahun 2013 dengan nilai minimum 0,179701 dan maksimum 0,4424 dengan rata-rata 0,2553. Tingkat kelembaban berdasarkan tutupan lahan diperoleh: kelas sangat rendah, dengan luas 646,3 Ha berupa lahan terbuka, hutan sekunder, pertanian lahan kering bercampur semak, hutan primer, semak belukar dan pertanian lahan kering. Kelas rendah, luas 5.185 Ha berupa hutan sekunder, hutan primer, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering bercampur semak, lahan terbuka dan semak belukar. Kelas sedang, luas 29.071,6 Ha berupa hutan sekunder, hutan primer, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering bercampur semak, semak belukar dan lahan terbuka. Kelas tinggi, luas 61.017,6 Ha berupa hutan sekunder, hutan primer, pertanian lahan kering bercampur semak, pertanian lahan kering, semak belukar dan lahan terbuka. Kelas sangat tinggi, dengan luas 48.271,6 Ha berupa hutan sekunder, hutan primer, pertanian lahan kering bercampur semak, pertanian lahan kering, semak belukar dan lahan terbuka.

Keywords


Taman Nasional Bukit Tiga Puluh; indeks kelembaban; NDMI; Landsat 8

Full Text:

PDF

References


Atmaja. 2009. Optimasi Suhu dan Kelembaban untuk Inkubasi. Yogyakarta.

Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. 2014. Statistik Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

Bell G.E. 2011. Turfgrass Physiology & Ecology: Advanced Management Principles. Cambridge(UK): Cambridge University Press.

Falahnsia AR dan T Hariyanto . 2013. Pemanfaatan Citra Landsat 7 ETM+ Untuk Menganalisa Kelembaban Hutan Berdasarkan Nilai Indeks Kekeringan Di Hutan KPH Banyuwangi Utara. Teknik POMITS. 10 (10) : 2301-9271.

Gandasasmita K. 2001. Analisis Penggunaan Lahan Sawah dan Tegalan di Daerah aliran Sungai Cimanuk Hulu Jawa Barat. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Haikal T. 2014. Analisis Normalized Difference Wetness Index (NDWI) dengan Menggunakan Data Citra Landsat 5 TM (Studi Kasus: Provinsi Jambi Path/Row : 125/61). Institut Pertanian Bogor.

Hardy. 1980. Survey of Methods for the Determination of soil Moisture Contentby Remote Sensing Methods. Remote Sensing Aplication in Agriculture and Hidrology.

Septiana E. 2015. Kombinasi Band Citra Landsat 8. http://www.info-geosparsial.com/2015/07/kombinasiband-citra-landsat-8.html. SNI 7645. 2010. Tentang Klasifikasi Penutupan Lahan.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License