ANALISIS PERUBAHAN PENUTUP LAHAN DAN POLA MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT Studi Kasus: Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur

Emma Rahmawati, Anang Dwi Purwanto

Abstract


Kegiatan penambangan timah di daratan di wilayah Kabupaten Belitung Timur sudah berlangsung sejak lama terutama di wilayah Kecamatan Kelapa Kampit. Banyak penduduknya bekerja sebagai penambang timah, namun kegiatan penambangan tersebut semakin berkurang seiring dengan adanya kebijakan terkait penambangan yang lebih ke arah pelestarian lingkungan dan adanya kegiatan reklamasi dan revegetasi yang dilakukan di lahan pasca tambang timah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran perubahan penutup lahan dan menganalisis pola matapencaharian di Kecamatan Kelapa Kampit. Data penelitian yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer di antaranya berupa citra satelit Landsat TM akuisisi tahun 1995 dan Landsat 8 akuisisi tahun 2015 serta data hasil wawancara penduduk lokal. Data sekunder berupa data data dari pemerintah daerah setempat, dan lain-lain. Metode pemisahan obyek penutup lahan menggunakan teknik klasifikasi unsupervised (klasifikasi tak terbimbing). Setelah dilakukan proses reclass, maka dihasilkan 8 (delapan) kelas penutup lahan diantaranya: Awan (no data), Hutan, Ladang/Semak, lahan tambang, permukiman, perkebunan dan tubuh air. Analisis deskriptif kualitatif dilakukan untuk melihat hubungan perubahan penutup lahan dengan pola mata pencaharian masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terjadi kondisi yang kontradiktif antara lahan tambang dan hutan dengan lahan perkebunan kelapa sawit. Kondisi luasan lahan tambang dan hutan dari tahun 1994 – 2015 mengalami penurunan, sedangkan luasan lahan perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Seiring dengan perubahan penutup lahan tersebut, terjadi penurunan jumlah buruh harian lepas dimana penambang inkonvensional termasuk didalamnya. Terjadi peralihan mata pencaharian yang awalnya mengandalkan penambangan, saat ini menjadi semakin banyak pilihan mata pencaharian yang dapat dipilih oleh masyarakat Kecamatan Kelapa Kampit.

Keywords


Penutup Lahan; Mata Pencaharian; Landsat 8; Kelapa Kampit

Full Text:

PDF

References


BAPPEDA. (2011). Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2011. Kabupaten Belitung Timur.

BAPPEDA. (2012). Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2012. Kabupaten Belitung Timur.

BAPPEDA. (2013). Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2013.Kabupaten Belitung Timur.

BAPPEDA. (2014). Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2014. Kabupaten Belitung Timur.

BAPPEDA. (2015). Data Dasar Belitung Timur Tahun 2015. Kabupaten Belitung Timur

BAPPEDA. (2015). Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2015. Kabupaten Belitung Timur.

Fauzi, A. (2004). Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan.Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Fauzi, Akhmad., Juanda, B., Barus, B dan Widyarmiko, R. (2012). Pengembangan Wilayah Berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bogor : IPB.

Hamidi. (2011). Aplikasi Sistem Informasi Geografis Berbasis Web Penyebaran Dana Bantuan Operasional Sekolah. Jurnal Masyarakat Informatika (2), 2086 – 4930.

Handoko. (2014). Perubahan Tutupan Hutan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Skripsi Universitas

Lampung. Bandar Lampung. 51 hlm.

Lillesand, T.M., R.W Kiefer, and J.W.Chipman. (2003). Remote Sensing and Image Interpretation Fifth Edition. United States of America : John Wiley & Son.

Moleong Lexy J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nurani F. (2014). Akibat Penambangan Timah di Bangka Belitung. Palembang : Universitas Sriwijaya.

Ratna, A. (2013). Perubahan Pekerjaan Masyarakat Sebagai Akibat Dari Bencana. Studi Kasus : Kawasan Wisata Volcano Tour Gunung Merapi, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol.24 No.1, hlm.19-34.

RI (Republik Indonesia). (1999). Undang-Undang No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Lembaran Negara RI Tahun 2009, No.140, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5059.

Salim, Emil. (1990). Konsep Pembangunan Berkelanjutan. Jakarta

Setiawan, D.,Nurrochmat,D dan Kuncahyo,B. (2018). Model Keberterimaan Kebijakan Penggunaan Kawasan Hutan di Kepulauan Bangka Belitung. Media Konservai, 23(1), 65-76.

Sujitno S. (2007). Sejarah Timah di Pulau Bangka. PT. Timah Tbk Pangkal Pinang.

Sujitno, S. (2007). Dampak Kehadiran Timah Indonesia Sepanjang Sejarah. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka

Utama Wilya, D., At, Mulyadi dan Lidiawati, I. (2014). Kajian Luas Kawasan Hutan sesuai SK 1357/Menhut-II/2004 dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Tahun 2010-2030. Jurnal Nusa Sylva Volume 14 No 2 Desember 2014: 1-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.980

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License