IDENTIFIKASI WILAYAH JANGKAUAN BERDASARKAN DATA LALU LINTAS GOOGLE MAPS Studi Kasus Pasar Tradisional di Kota Banjarmasin

Alim Kidar Hanif, Devan Yulio Setiawan, Alam Patria Rikmansyah Primaputra, Rifqoh Mardliyan

Abstract


Pertumbuhan penduduk di Indonesia terus meningkat, efeknya kegiatan perekonomian masyarakat pun juga ikut meningkat. Pasar yang dijadikan sebagai tempat kegiatan perekonomian masyarakat, harus tersebar merata di seluruh pemukiman. Hal tersebut dimaksutkan agar semua lapisan masyarakat dapat menjangkau pasar dengan mudah. Penelitian ini akan mengidentifikasi wilayah jangkauan pasar-pasar tradisional yang berada di Kota Banjarmasin. Wilayah jangkauan dibuat dengan menggunakan variabel
aksesbilitas dari pemukiman menuju pasar. Aksesbilitas ini terdiri dari tiga komponen, yaitu waktu perjalanan ketika kondisi lalu lintas normal (menit), waktu perjalanan ketika macet (menit) dan jarak
tempuhnya (meter). Data aksesbilitas tersebut didapat dari Google Maps melalui API (application programming interface) yang telah disediakan oleh Google. Data yang berhasil diolah menggunakan piranti lunak Sistem Informasi Geospasial (SIG), kemudian dilakukan validasi di lapangan dengan melakukan survei lapang ke beberapa titik pemukiman. Hasilnya, didapatkan peta wilayah jangkauan pasar tradisional di Kota Banjarmasin dengan karakteristik waktu perjalanan rata-rata sekitar 6 – 9 menit dan jarak tempuh sekitar
1.6 km, dimana wilayah tersebut hanya berlaku kepada masyarakat yang ingin membeli kebutuhan harian di pasar tradisional.

Keywords


Wilayah jangkauan; SIG; Google Maps API; Banjarmasin; pasar

Full Text:

PDF

References


BKKBN. (2017, Oktober 06). Bonus Demografi, Meningkatkan Kualitas Penduduk Melalui Keluarga. Diunduh dari BKKBN: https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bonus-demografi-meningkatkan-kualitas-pendudukmelalui-keluarga

Cruz, M., & Ahmed, S. A. (2018). On the impact of demographic change on economic growth and poverty. World Development, 95-106.

DPD RI. (2015, Mei 17). Peran Pasar Tradisional Sebagai Pondasi Dasar Ekonomi Kerakyatan. Diunduh dari Website DPD RI: http://www.dpd.go.id/artikel-957-peran-pasar-tradisional-sebagai-pondasi-dasarekonomi-kerakyatan

Holmes, T., & Stevens, J. (2004). Spatial distribution of economic activity in North America. In V. Henderson, & J. Thisse (ed.), Handbook of Regional and Urban Economics, vol. 4 (pp. 2797–2843). Amsterdam: North-Holland.

Ottaviano, G. I., & Thisse, J. (2004). Agglomeration and economic geography. In V. Henderson, & J. Thisse (ed.), Handbook of Regional and Urban Economics, vol 4 (pp. 2563–2608). Amsterdam: North-Holland.

PBB. (2017). World Population Prospects, the 2017 Revision. Population Estimates and Projections Section.

Peraturan Menteri Perhubungan. (2006). Peraturan Menteri Perhubungan No. 14 Tahun 2006 tentang Manajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan. Pasal 1 ayat 7 – 9. Menteri Perhubungan. Jakarta.

Stenovec, T. (2015, Desember 18). Google has gotten incredibly good at predicting traffic — here's how. Diunduh dari Business Insider: http://www.businessinsider.com/how-google-maps-knows-about-traffic2015-11/?IR=T

Subramanian, K., & Srikanth, R. (2016, Mei 13). Now, apps for live traffic feed. Diunduh dari The Hindu: http://www.thehindu.com/news/cities/chennai/now-apps-for-live-traffic-feed/article5598198.ece

The Editors of Encyclopaedia Britannica. (2017, April 25). Central-place theory. Diunduh dari Encyclopædia Britannica: https://www.britannica.com/topic/central-place-theory.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.964

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License