PEMODELAN PENENTUAN KAWASAN SAWAH BERKELANJUTAN Studi Kasus Kabupaten Semarang

Ahmad Yazidun Nafi, Yudi Basuki

Abstract


Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian menjadi permasalahan di kawasan pinggiran perkotaan. Alih fungsi lahan ini disebabkan land rent lahan pertanian tidak menguntungkan dibandingkan jika dibandingkan dengan lahan komersil. Jika kondisi ini terus berlanjut maka akan mengancam ketahanan pangan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan penentuan lahan sawah berkelanjutan berdasarkan analisis spasial dan teknik penginderaan jauh. Analisis yang digunakan meliputi analisis interpretasi citra, Geography Information System (GIS), analisis statistik, dan analisis prediksi ketersediaan lahan sawah. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Semarang dengan perkembangan perkotaan yang cepat. Variabel dalam menyusun model lahan sawah berkelanjutan ini terdiri dari variabel produktivitas tanaman, kepadatan dan jangkauan jaringan jalan dan sungai, kawasan lindung, serta proyeksi arah perkembangan perkotaan. Hasil analisis produktivitas tanaman menghasilkan persamaan statistik produktivitas (ton/ha) = 3,795 (NDVI) + 3,774 dan nilai r² sebesar 0,854. Terdapat selisih antara data dinas dengan data peneliti sebesar 2,8% dari luas lahan pertanian eksisiting. Selisish luas ini dikarenakan perbedaan skala peta, proses analisis, dan metode yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa lahan sawah berkelanjutan ketersediannya mulai berkurang, sehingga perlu adanya ketegasan pemerintah daerah dalam menjaga ketersedian lahan sawah.

Keywords


analisis spasial; pemodelan sawah berkelanjutan; penginderaan jauh; prediksi guna lahan

Full Text:

PDF

References


[BPS] Badan Pusat Statistik. (2016). PDRB Kabupaten Semarang Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha. https://semarangkab.bps.go.id/dynamictable/2017/07/05/3/-seri-2010-pdrb-kabupatensemarang-atas-dasar-harga-konstan-menurut-lapangan-usaha-juta-rupiah-2010--2016.html.

Agustus 2018]

Huang, J. (2015). Rice yield estimation using remote sensing and simulation model. ResearchGate, 3 No.4(2012), 461. https://doi.org/10.1007/BF02839491.

Liaghat, S., & Balasundram, S. (2010). A Review : The Role of Remote Sensing in Precision Agriculture. American Journal of Agricultural and Biological Sciences, 5(1), 50–55.

Mosleh, M. K., Hassan, Q. K., & Chowdhury, E. H. (2015). Application of Remote Sensors in Mapping Rice Area and Forecasting Its Production: A Review. Sensors, 15(i), 769–791. https://doi.org/10.3390/s150100769.

Naab, F. Z., Dinye, R. D., & Kasanga, R. K. (2013). Urbanisation and its impact on agricultural lands in growing cities in developing countries: a case study of Tamale in Ghana. Modern Social Science Journal, 2(2), 256–287. Retrieved from http://scik.org/index.php/mssj/article/view/993.

Nafi, AY. (2016). Estimasi Produktivitas Tanaman Padi Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh dalam Menunjang Sawasembada Pangan di Kabupaten Pati. Skripsi Program Studi Geografi Universitas Negeri Semarang. Semarang. 110 hlm.

Rahman, A., Goldberg, M., & Niazamuddin, M. (2009). Use of Vegetation Health Data for Estimation of Aus Rice Yield in Bangladesh. Sensors, 9(September 2015), 2968–2975. https://doi.org/10.3390/s90402968.

Raziq, A., Xu, A., Li, Y., & Zhao, Q. (2016). Monitoring of Land Use / Land Cover Changes and Urban Sprawl in Peshawar City in Khyber Pakhtunkhwa : An Application of Geo- Information Techniques Using of MultiTemporal Satellite Data. Journal of Remote Sensing & GIS, 5(4), 174. https://doi.org/10.4172/24694134.1000174.

Santosa, S., Rustiadi, E., Mulyanto, B., Murtilaksono, K., Rachman, N. F. (2014). Modelling on Development of Sustainable Paddy Field Zone Based on Logistic Regression and Multicriteria Land Evaluation at Sukabumi Regency. Globe, 16 No. 2(2013), 181–190.

Sutanto. (2016). Metode Penelitian Penginderaan Jauh (Edisi Revisi). Yogyakarta; Penerbit Ombak.

Widiatmaka, Ambarwulan, W., Santoso, P. B. K., Sabiham, S., Machfud, & Hikmat, M. (2016). Remote Sensing and Land Suitability Analysis to Establish Local Specific Inputs for Paddy Fields in Subang, West Java. Procedia Environmental Sciences, 33(April), 94–107. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.03.061.

Widiatmaka, Ambarwulan, W., Tambunan, R. P., Nugroho, Y. A., & Santoso, P. B. (2014). Land use planning of paddy field using geographic information system and land evaluation in West Lombok, Indonesia. Ijg, 46(1), 89–98.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.961

Article Metrics

Abstract view : 36 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License