ZONASI KERENTANAN AIR TANAH PADA BENTANG ALAM KARST DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN TATA RUANG

Agus Wuryanta

Abstract


Bentang alam karst memiliki karakter morfologi, geologi, hidrogeologi dan lingkungan hayati yang berbeda dibandingkan dengan bentang alam lainnya. Kondisi lahan di atas permukaan tanah pada bentang alam karst pada umumnya kering dan kritis, sedangkan di bawah permukaan tanah terdapat potensi sumberdaya air yang sangat berlimpah. Lokasi kajian terletak di Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Alang, Kabupaten Wonogiri. Tujuan kajian adalah menentukan zona kerentanan air tanah dengan menggunakan metode APLIS (Altitude, Slope, Litology, Infiltration and Soils). Parameter yang digunakan adalah ketinggian, kelerengan, batuan, zona infiltrasi dan jenis tanah. Kelas kelerengan dan ketinggian diperoleh dari analisis peta kontur skala 1: 25.000, jenis tanah diperoleh dari peta tanah sedangkan jenis batuan dan infiltrasi diperoleh dari peta geologi. Masing – masing parameter dilakukan overlay dengan menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil kajian menunjukkan, terdapat 4 tingkat kerentanan air tanah di sub DAS Alang yaitu sangat rendah, rendah, tinggi dan sangat tinggi. Tingkat kerentanan air tanah tinggi (zona perlindungan air tanah) menempati areal paling luas yaitu 15.541,79 ha (91,75 % dari total luas sub DAS Alang). Pada wilayah ini, kegiatan yang tidak boleh dilakukan adalah penambangan dan industri karena dapat mencemari air tanah. Sedangkan tingkat kerentanan sangat rendah, rendah dan sangat tinggi berturut – turut menempati areal seluas 10,34 ha, 1.382,35 ha dan 3,64 ha. Penerapan metode APLIS dengan perangkat lunak SIG dapat digunakan untuk menentukan zona tingkat kerentanan air tanah. Disamping itu distribusi spasial zona kerentanan air tanah dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pertimbangan didalam penyusunan tata ruang kawasan bentang alam karst.

Keywords


bentang alam karst; air tanah; sub DAS Alang; SIG

Full Text:

PDF

References


Adji, T. N., Haryono, E., & Woro, S. (1999). Kawasan Karst Dan Prospek Pengembangannya. Book, 1(November 26-27), 10.

Ahr, Wayne M. (2008). Geology of carbonate reservoirs : the identifi cation, description, and characterization of hydrocarbon reservoirs in carbonate rocks. A John Willey &sons,INC., Texas A&M University.

Andreo, B., Vías, J., Durán, J. J., Jiménez, P., López-Geta, J. A., & Carrasco, F. (2008). Methodology for groundwater recharge assessment in carbonate aquifers: Application to pilot sites in southern Spain. Hydrogeology Journal, 16(5), 911–925. https://doi.org/10.1007/s10040-008-0274-5

Bakalowicz, M. (2005). Karst groundwater: A challenge for new resources. Hydrogeology Journal, 13(1), 148–160. https://doi.org/10.1007/s10040-004-0402-9

Cahyadi, A., Ayuningtyas, E. A., & Prabawa, B. A. (2013). Urgensi Pengelolaan Sanitasi Dalam Upaya Konservasi Sumberdaya Air Di Kawasan Karst Gunung Sewu Kabupaten Gunungkidul. Indonesian Journal of Conservation, 2(1), 23–32.

Duran, Z., Doğru, A.G. & G. Toz, 2004: Web-based mul- timedia GIS for historical sites.- In: Altan, O. (ed.) Geo-Imagery Bridging Continents, Proceedings of the XXth ISPRS Congress, 12th −23rd July 2004,

Istanbul, Turkey. ISPRS, Technical Commission V, 434–438, Turkey

Jauhari. A. 2016. Kita Hidup Dimana? (Mengenal Lingkungan Karst Gunung Sewu sebagai Tempat Hidup Kita). Seminar Karst Gunung Sewu. Uninersitas Muhammadiyah Surakarta, 6 April 2016.

Kusumayudha, B.S.,2004. Mengenal Hidrogeologi Karst.Pusat Sudi Karst. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UPN “Veteran” Yogyakarta.

Malawani, N.M., Cahyadi, A. Dan Hartoyo, A.F., 2014. Analisis Kerentanan Airtanah terhadap Pencemaran sebagai Salah Satu Dasar Zonasi Kawasan Karst. Seri Bunga Rampai Ekologi Lingkungan Kawasan Karst Indonesia. Deepublish. Yogyakarta

Republik Indonesia, 2014. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor:3045 K/40/MEM/2014, tentang Penetapan Kawasan Bentang Alam Karst Gunung Sewu. Jakarta, Sekretariat Negara.

Republik Indonesia, 2000. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor: 1456 K/20/MEM/2000 Tentang Pedoman Pengelolaan Kawasan Kars. Jakarta, Sekretariat Negara.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.958

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License