PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DAN PENGINDERAAN JAUH DALAM PEMETAAN PENUTUPAN LAHAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA

Nita Inopianti, Dede Ramdan

Abstract


Meningkatnya aktivitas industri sekaligus pertanian mengakibatkan berbagai perubahan tutupan lahan di berbagai wilayah. Hal ini dapat berakibat buruk terhadap lingkungan, khususnya terhadap proses hidup tumbuhan dan hewan. Selain itu, konversi lahan yang awalnya kawasan hijau menjadi pemukiman atau industri menimbulkan potensi bencana seperti banjir dan longsor yang dapat membahayakan keselamatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penutupan lahan yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bantuan aplikasi ERDAS 9.1 dan ArGIS 10.3, aplikasi ERDAS 9.1 digunakan untuk melakukan unsupervised classification untuk melihat jenis-jenis tutupan lahan yang ada sedangkan aplikasi ArcGIS 10.3 digunakan untuk melakukan pemetaan. Berdasarkan penelitian ini jenis-jenis tutupan lahan yang ada di Kabupaten Banjarnegara meliputi badan air, sawah, hutan, pemukiman, kebun dan ladang. Mayoritas tutupan lahan yang ada di Kabupaten Banjarnegara berupa perkebunan 27,36%, ladang 21,30%, disusul dengan hutan 19,50% dan paling kecil badan air seluas 7,53% dari total luas wilayah Kabupaten Banjarnegara. Hal ini mencerminkan bahwa secara lingkungan Kabupaten Banjarnegara masih tergolong hijau yang ditandai dengan masih tingginya tutupan lahan hutan 19,50% dan kebun sebesar 27,36% dibandingkan dengan pemukiman yang hanya 11,35% dari total luas wilayah Kabupaten Banjarnegara.
Kata kunci: Sistem Informasi Geografis, penginderaan jauh, penutupan lahan.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.