PEMETAAN SAWAH EKSISTING MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SPASIAL MENUJU KEBIJAKAN SATU PETA Studi Kasus di Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya

Muhammad Rusdi, Sugianto Sugianto, Rudi Fadhli, Yulia Dewi Fazlina

Abstract


Keberadaan lahan sawah diseluruh Indonesia termasuk Aceh, terus mengalami perubahan luas untuk peruntukan lain. Sementara itu, pemerintah terus mendorong kemandirian pangan dan energi menjadi target utama pembangunan. Salah satu programnya adalah mencetak sawah baru. Perencaan sawah baru memerlukan sawah eksisting. Hal ini, menuntut ketepatan dan kecepatan informasi spasial lahan sawah dengan harapan kedepannya kebijakan pengembangan perluasan sawah secara objektif dapat tersusun dengan baik, tepat tujuan dan tepat sasaran. Fokus penelitian berpusat pada aplikasi sistem informasi geografis dalam menangani data spasial lahan sawah. Teknik interpretasi citra menggunakan interpretasi visual on screen mengikut konsep kunci interpretasi citra yang dipadukan dengan kegiatan lapangan. Penggunaan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kajian ini akan memudahkan dan mempercepatkan proses analisis data. Didapati adanya perbedaan luas antara data eksisting dan analisis spasial seluas ± 12.358,92 hektar atau sekitar 26,47% dari luas wilayah Aceh Besar dan sebesar ± 6.382,59 hektar atau sekitar 52,49% dari luas wilayah Aceh Jaya

Keywords


SIG, sawah, eksisting, spasial

Full Text:

PDF

References


Agus, F., dan Irawan. 2006. Agricultural land conversion as a threat to food security and environmental quality. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 25(3): 90-98. BIG. 2018a. Kebijakan Satu Peta Tidak Terlepas dari Penggunaan Data Penginderaan Jauh. [Online] tersedia di: http://www.big.go.id/kebijakan-satu-peta-tidak-terlepas-dari-penggunaan-datapenginderaan-jauh/. [20 Agustus 2018] BIG. 2018a. Pentingnya Peran Pemerintah Daerah dalam Mewujudkan Kebijakan Satu Peta. [Online] tersedia di: http://big.go.id/berita-surta/show/pentingnya-peran-pemerintah-daerah-dalammewujudkan-kebijakan-satu-peta. [20 Agustus 2018] BPS. (2015). Aceh Dalam Angka Tahun 2015. Badan Pusat Statistik Banda Aceh Ika. 2009. Ketersediaan Data Spasial Yang Akurat, Tingkatkan Kualitas Pembangunan. [Online] tersedia di: https://ugm.ac.id/id/berita/627Ketersediaan.data.spasial.yang.akurat.tingkatkan.kualitas.pembangunan. [20 Agustus 2018] Kamaruzzaman. (2009). Arahan Pemanfaatan Ruang dalam Pengembangan Wilayah Sub Urban Kota Banda Aceh Pasca Bencana Tsunami (Studi Kasus Kecamatan Ulee Kareng, Lueng Bata, dan Banda Raya). Tesis. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor Lubis, S., Suprayogi, A dan Hani’ah. 2013. Kesesuaian rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan penggunaan lahan Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Semarang Timur. Jurnal Geodesi Undip. 2 (2): 13-22. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. (2014). Statistik Lahan Pertanian Tahun 2009-2013. Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian. Setyowati, D. L. (2007). Kajian Evaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman dengan Teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Jurnal Geografi UNNES, Volume 4 No. 1 Januari 2007((UNNES) Universitas Negeri Semarang), 44-54. Sihaloho, Martua., Dharmawan, Arya Hadi. & Rusli, Said. 2007. Konversi Lahan Pertanian dan Perubahan Struktur Agraria (Studi kasus Di Kelurahan Mulyaharaja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat).Sodality (Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi manusia). [Online] 1 (2), 253-270. Tersedia di: http://journal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/ view/5928/4605 [16 Juni 2017]. Tempo. 2014. Konversi Lahan Pertanian di Indonesia Mencemaskan. [Online] tersedia di: http://m.tempo.co/read/news/2014/06/11/173584243/konversi-lahan-pertanian-di-indonesiamencemaskan. [12 Oktober 2016]




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.940

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License