PEMODELAN NILAI TANAH DI DAERAH EKSKLAVE (Studi Kasus di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah)

Anugerah Satria P. Budiyono, Untung Satria P. Rahardjo, Maritsa Faridatunnisa

Abstract


Desa Gawanan terletak di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Lokasi Kecamatan Colomadu terpisah dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Karanganyar sehingga dapat dikatakan sebagai daerah eksklave, Daerah eksklave merupakan bagian dari satuan administratif dan sepenuhnya dikelilingi oleh satuan administratif lain (Catudal, 1974). Dalam penelitian ini, akan dibuat pemodelan nilai tanah di daerah eksklave agar dapat diketahui apakah pusat kabupaten masih berpengaruh dalam pembuatan model nilai tanah di daerah eksklave. Penelitian ini menggunakan data transaksi jual beli tanah pada bulan Januari 2017 sampai dengan Januari 2018 yang berjumlah 93 transaksi jual beli di Desa Gawanan. Pemodelan nilai tanah menggunakan analisis regresi linier berganda. Evaluasi yang digunakan dalam pembuatan model nilai tanah adalah uji determinasi, uji koefisien regresi secara individu dengan uji t, dan uji multikolinieritas. Untuk uji kualitas model digunakan uji Coefficient of Variation (COV). Hasil dari pemodelan dengan analisis regresi berganda pada penelitian ini diperoleh nilai R2 sebesar 52,14%. Pada penelitian ini variabel yang berpengaruh secara signifikan dalam model nilai tanah ini adalah penggunaan lahan (PL), jarak bidang ke pemakaman (MKM), dan kelas jalan (KJ). Pengaruh jarak bidang ke pusat kabupaten (KAB) merupakan variabel yang memiliki pengaruh yang tidak signifikan oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pusat kabupaten tidak terlalu berpengaruh dalam nilai tanah di daerah eksklave. Pada model yang diperoleh nilai COV sebesar 18,01%.

Keywords


Pemodelan nilai tanah, eksklave, analisis regresi linier berganda

Full Text:

PDF

References


Catudal, H. M. (1974). Exclaves. Cahiers de Géographie Du Québec, 18(43), 107.

https://doi.org/10.7202/021178ar

Chatterjee, S., & Price, B. (1991). Regression diagnostics. New York. New York.

Dale, P. F., & McLaughlin, J. D. (1988). Land information management: an introduction with special

reference to cadastral problems in Third World countries. Oxford (UK) Clarendon Press.

Eckert, J. K., Gloudemans, R. J., & Almy, R. R. (1990). Property appraisal and assessment administration.

Intl Assn of Assessing Off.

Gujarati, D. N., & Porter, D. (2008). Basic Econometrics. Basic Econometrics.

Hidayati, W., & Harjanto, B. (2003). Konsep Dasar Penilaian Properti . BPFE, Yogyakarta.

International Association of Assesing Officers. (2013). Glossary for Property Appraisal and Assessment

(Second Edi). Kansas City, Missouri: International Association of Assessing Officers.

Linne, M. R., Kane, M. S., & Dell, G. (2000). A Guide to Appraisal Valuation Modeling. Appraisal Institute.

Retrieved from https://books.google.co.id/books?id=oOxwPQAACAAJ

Pramudita, A. E. (2017). Pemodelan Nilai Tanah Akibat PerubahanPenggunaan Lahan Pasca Pembangunan

Pusat Kegiatan (Studi Kasus di Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, D.I.

Yogyakarta). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Prayoga, A. S. (2014). Pemodelan Nilai Tanah Sebagai Acuan Dalam Pembuatan Peta Nilai Tanah (Studi

Kasus di Desa Tahunan, Kec. Tahunan, Kab. Jepara, Jawa Tengah) . Yogyakarta: Universitas Gadjah

Mada.

Sarwoko, M. (2005). Dasar-dasar ekonometrika. Yogyakarta: Andi Offset.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.928

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License