PEMODELAN SPASIAL LAHAN SAWAH KABUPATEN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT

Irmadi Nahib

Abstract


Dinamika perubahan tutupan lahan merupakan objek kajian yang penting dan selalu menarik untuk diteliti karena berkaitan dengan berbagai isu perubahan iklim global. Upaya perlindungan sawah di Pulau Jawa menjadi penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Karakteristik alih fungsi sawah salah satunya dapat ditelusuri melalui pendugaan model regresi logistik. Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu wilayah yang mengalami konversi lahan sawah cukup besar, yakni pada periode 1990-2000 sebesar 7.323 ha (13,32 %) dan periode 2000-2011 sebesar 34.557 ha (71,24 %). Tujuan penelitian ini adalah untuk (i) mengetahui perubahan penggunaan lahan wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada periode 1990- 2011, dan (ii) membangun model spasial lahan sawah di Kabupaten Tasikmalaya untuk memprediksi perubahan lahan sawah dimasa yang akan datang. Pengembangan model perubahan lahan sawah dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik. Variabel dependen (Prediktan, Y) biner regresi logistik dinyatakan sebagai 0 dan 1, dimana 1 mengungkapkan terjadinya perubahan, dan 0 tidak terjadi perubahan. Variabel independen yang digunakan adalah jarak dari pemukiman dan jarak dari sungai. Model ini dibangun atas terjadinya perubahan lahan sawah antara tahun 1990 dan 2000. Persamaan model perubahan sawah yang diperoleh adalah Logit (perubahan lahan sawah)= -1,9273 +0.1325* x1- 1,3777x2, dengan nilai Relative Operating Characteristics (ROC) sebesar 0,8334. Hasil validasi model menunjukkan bahwa model yang dikembangkan cukup baik dengan memberikan akurasi 83,34%.
Kata kunci: perubahan penggunaan lahan,sawah, pemodelan spasial,model logistik, prediksi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.