KAJIAN KESATUAN HIDROLOGIS GAMBUT WILAYAH KALIMANTAN TENGAH

Yatin Suwarno, Nugroho Purwono, A.B. Suriadi, Irmadi Nahib

Abstract


Gambut sebagai ekosistem berperan untuk penyimpan karbon, penyimpan dan pelepas air, serta dapat dimanfaatkan sebagai sumberdaya untuk pertanian, kehutanan, dan energi (Alamprabu, 2013). Lahan gambut mempunyai banyak fungsi, secara garis besar dapat dikelompokan menjadi fungsi pengaturan dan fungsi produksi. Salah satu fungsi pengaturan lahan gambut adalah sebagai penyangga penting bagi sistem hidrologi. Tujuan penelitian untuk mendapatkan Peta Kesatuan Hidrologis Gambut 1:250.000, dan hasil overlay antara peta KHG dengan peta-peta tematik. Metode pemetaan KHG adalah overlay antara Peta Ekosistem Gambut dengan Peta Jaringan Sungai. Metode kajian KHG adalah overlay antara Peta KHG dengan Peta penggunaan Lahan, Peta Kawasan Hutan, dan Peta Indikatif Penundaan Pemberian Ijin Baru. Hasil pemetaan diperoleh sebanyak 18 KHG, KHG 13 paling luas (3.028,62Ha), berada di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Katingan, merupakan Taman Nasional Sebangau. Kajian KHG terhadap penggunaan lahan menunjukkan bahwa, 30,12% wilayah KHG merupakan lahan budidaya, sedangkan 69,88% merupakan lahan non budidaya.Kajian KHG terhadap Kawasan Hutan yaitu, 49,03% merupakan Kawasan Lindung, sedangkan 50,97% merupakan kawasan bukan lindung.Kajian KHG terhadap PIPPIB, hanya 30,54%
kawasan KHG masuk dalam moratorium gambut, seluas 69,46% masuk dalam moratorium kawasan.
Kata kunci: Kesatuan Hidrologis Gambut, Wilayah Kalimantan Tengah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.