UJI AKURASI PENENTUAN POSISI METODE GPS-RTK MENGGUNAKAN PERANGKAT CHC X91+

Agung Syetiawan, Oktadi Prayoga, Joni Efendi

Abstract


Perangkat CHC X91+ ini dikembangkan dan diproduksi melalui Shanghai HuaCE Navigation Technology ltd. Perangkat CHC X91+ ini merupakan perangkat yang mampu menerima sinyal GNSS dengan 220 channel dan bisa menangkap sinyal dari satelit GPS, GLONASS, SBAS, Galileo dan Beidou bersamaan. Perangkat ini dirancang bisa digunakan untuk pengukuran posisi metode RTK (Real Time Kinematic). Berdasarkan spesifikasi teknis alat, penentuan posisi metode RTK, CHC X91+ menghasilkan koordinat horizontal dengan nilai RMS 8 mm + 1 ppm dan untuk posisi vertikal dengan nilai RMS 15 mm + 1 ppm. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana ketelitian pengukuran koordinat metode RTK, yang diperoleh dari hasil pengukuran GPS menggunakan receiver CHC X91+. Metode penelitian yang digunakan adalah membandingkan nilai hasil pengolahan data statik dibandingkan dengan hasil nilai RTK metode single, nearest dan network RTK. Uji coba alat dilakukan di kompleks Badan Informasi Geospasial tepatnya di atas Gedung Laboratorium Geodesi Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika. Pengolahan data (post processing) menggunakan data CORS BAKO selama delapan hari dan data pengamatan statik di titik yang sama dengan pengamatan RTK nya. Hasil penelitian menunjukkan perangkat CHC X91+ menghasilkan ketelitian bagus untuk metode Network RTK dan single RTK dengan jarak base kurang dari 30 km dan solusi
float untuk jarak base lebih dari 40 km. Ketelitian RMS perangkat CHC X91+ sesuai dengan spesifikasi teknis alat yang ada sehingga alat CHC X91+ ini dapat digunakan untuk pemetaan skala besar dan aplikasinya dapat digunakan untuk koreksi citra satelit resolusi tinggi.
Kata kunci: CHC X91+, single RTK, network RTK

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2016.0-0.76

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License