POLA SPASIAL KETERPAPARAN LAHAN PERTANIAN AKIBAT PERUBAHAN IKLIM

Nadhifa Varania

Abstract


Sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim karena dalam pertumbuhannya sangat bergantung pada musim dan pola tanam. Perubahan iklim dapat mengindikasikan terjadinya pergeseran musim hujan dan perubahan pola curah hujan yang berdampak pada terjadinya pergeseran musim tanam dan panen komoditas pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola spasial keterpaparan lahan pertanian terhadap perubahan iklim di Kabupaten Kebumen dan kaitannya dengan produktivitas lahan. Fenomena perubahan iklim di wilayah penelitian dideteksi dengan menganalisis perubahan curah hujan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian tahun 1985-2016 dari 32 stasiun pengukur curah hujan. Variabel lain yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya penggunaan tanah dan produktivitas lahan. Pola spasial keterpaparan lahan pertanian didapatkan dari hasil skoring berdasarkan perhitungan curah hujan ekstrem, musim kemarau dan curah hujan tahunan dengan indikator intensitas dan frekuensi curah hujan berbasis metode interpolasi IDW. Analisis spasial dilakukan dengan teknik overlay peta keterpaparan dengan peta lahan pertanian dan produktivitas lahan. Tingkat keterpaparan perubahan iklim terbagi menjadi lima kelas yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterpaparan tinggi perubahan iklim sebesar 30% dari luas wilayah dan terdapat di bagian tengah hingga timur laut dan utara Kabupaten Kebumen dan sebagian besar terdapat pada penggunaan tanah ladang.

Kata kunci: pola spasial, keterpaparan, lahan pertanian, analisis overlay, interpolasi IDW


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.430

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License