ANALISIS SPASIAL RISIKO BAHAYA BANJIR DI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN KARAWANG

Bambang Riadi

Abstract


Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia dan banyak memberikan dampak negative, banjir akan  menimbulkan kerugian bagi petani bila banjir melanda daerah pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara spasial tingkat risiko banjir di lahan sawah. Peta bahaya banjir disusun dengan metode analisis tingkat kebasahan/ Topographic Wetness Index (TWI). Data dasar yang digunakan adalah data DEM resolusi tinggi (TerraSAR-X).  Penggabungan data sejarah banjir (frekuensi, durasi dan tinggi air banjir) dari Dinas Pertanian Kabupaten Karawang dilakukan dengan menambahkan data banjir tersebut sebagai atribut peta administrasi kecamatan. Komponen kerentanan dibatasi pada kerentanan objek dalam risiko yaitu lahan sawah, risiko banjir dianalisis dengan menggabungkan komponen bahaya dan kerentanan banjir. Analisis tingkat kerentanan lahan sawah terhadap banjir genangan ditentukan dari faktor keterpaparan, sensitivitas dan kapasitasnya.  Penilaian kerentanan lahan sawah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan bentuklahan. Banjir genangan dapat dikenali dari pola bentuklahan pada dataran rendah dilakukan analisis dengan metode TWI. Analisis risiko dalam penelitian ini menggunakan analisis secara kuantitatif, dengan risiko tertinggi kerugian produksi atau gagal panen pada skenario tingkat bahaya tinggi.  Lahan sawah yang berada di dataran banjir, dan sebagian dataran aluvial dengan risiko yang cukup tinggi seluas 7.489 ha (7,61%).

Kata kunci: Atribut, DEM, durasi, frekuensi, TWI


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.424

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License