DAMPAK ABRASI TERHADAP PERSEBARAN PERMUKIMAN, METODE ANALYSIS NEAREST NEIGHBOUR Studi Kasus di Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kabupaten Pasaman Barat

Mentari Pratami

Abstract


Kawasan pesisir kecamatan Sasak Ranah Pasisie sangat rentan terhadap ancaman abrasi pantai sehingga permukiman di kawasan pesisir pantai mengalami perubahan. Permukiman yang terlalu dekat dengan garis pantai menyebabkan perubahan sebaran permukiman yang siginifikan, hal ini menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat pesisir. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini, adalah Teknik Tumpang susun (Overlay), Analysis Nearest Neighbour (NNA), dan Logika Boolean untuk menentukan kesesuaian permukiman. Dari hasil analisis didapat bahwa terjadi perubahan garis pantai tahun 1990-2015 yang diakibatkan oleh abrasi yang cukup tinggi, sedangkan pola sebaran permukiman setiap tahunnya mengalami perubahan yaitu pada tahun 2010-2011 memiliki pola Clustered sedangkan tahun 2012-2015 memiliki pola sebaran permukiman Random dan untuk kesesuaian permukiman setelah dilakukan analisis bahwa pada tahun 2012 terdapat 63, 51 Ha permukiman yang tidak sesuai. Ini merupakan luas lahan permukiman yang cukup tinggi dibandingkan tahun sebelum dan sesudahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memberi pemahaman tentang variabilitas garis pantai dampak dari abrasi pantai, perubahan sebaran permukiman,  serta kesesuaian lahan untuk permukiman.

Kata Kunci : Abrasi, Analysis Nearest Neighbour,  Permukiman


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.421

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License