DETEKSI PERTUMBUHAN SIKLON TROPIS MEMAKAI SATELIT HIMAWARI-8 DAN GSMaP UNTUK ANTISIPASI BENCANA CUACA EKTRIM

Fatkhuroyan Fatkhuroyan

Abstract


Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C.  Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam. Tujuan penelitian adalah untuk mendeteksi dan memantau petumbuhan Siklon Tropis Frances disekitar laut Arafuru, sebelah timur Nusa Tenggara Timur. Metode yang dipakai ialah dengan teknik multi-spektral RGB satelit Himawari-8 untuk memantau pertumbuhannya. Sedangkan untuk estimasi curah hujan yang akan terjadi, dengan memakai satelit GSMaP (Global Satellite Mapping of Precipitation). Hasil pantauan menunjukkan adanya bibit siklon sejak 27 April 2017 pukul 15.00 WIB di sebelah timur laut Arafuru dan bergerak ke arah barat daya hingga mencapai puncaknya pada 28 April 2017. Hal ini menimbulkan terjadinya hujan lebat disertai angin kencang sekitar Nusa Tenggara Timur hingga Nusa Tenggara Barat. Gelombang laut dengan ketinggian 1,0–2,0 m terjadi di Laut Sawu, Laut Banda bagian selatan, Perairan Kep. Sermata - Leti, Perairan Kep. Babar - Tanimbar, dan Laut Arafuru. Gelombang laut dengan ketinggian 2,5 – 4,0 m dapat terjadi di wilayah Perairan P. Rote, Laut Timor, dan Laut Arafuru.

Kata kunci: Siklon Tropis, Frances, GSMaP, Himawari-8, RGB


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.418

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License