HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP RENCANA TANGGAP DARURAT BENCANA

Rizqi Syafrudin

Abstract


Aktivitas kawah-kawah yang ada di komplek Gunung Api Dieng ini juga memiliki beberapa ancaman yang serius. Gas ataupun mineral yang dihasilkan dari aktivitas kawah tersebut dapat mengancam kehidupan penduduk yang ada di sekitar kawah. Untuk itu, masyarakat yang tinggal di sekitar kawah harus selalu siapsiaga supaya kejadian bencana nasional gas beracun yang pernah menewaskan 149 warga pada 20 Februari 1979 tidak terulang lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan masyarakat terhadap rencana tanggap darurat bencana (Kasus Bencana Gas Beracun (CO2) Gunung Dieng Di Desa Sumberejo Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai bulan Desember 2015. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang tinggal di Desa Sumberejo.  Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 146 KK. Hasil pengujian menggunakan Koefisien Kontingensi hasil signifikansi (Approx Sig) menunjukan angka 0,024. Hal ini menunjukan nilai signifikansi (Approx Sig) 0,024 < signifikansi 0,05. Artinya pengetahuan masyarakat mempunyi hubungan yang signifikan dengan rencana tanggap darurat bencana. Untuk mengetahui keeratan hubungannya didapat koefisien kontingensi adalah 0,668. Artinya koefisien 0,668 ini semakin mendekati 1 maka yang terjadi antara variabel pengetahuan masyarakat terhadap rencana tanggap darurat mempunyai hubungan yang sedang.

Kata Kunci: Pengetahuan Masyarakat, Bencana Gas Beracun (CO2), Rencana Tanggap Darurat


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.417

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License