PENILAIAN KESEHATAN TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA SATELIT WORLDVIEW-2 DI PULAU PAHAWANG, LAMPUNG, INDONESIA

Lukman Hakim, Wahyu Lazuardi, Indinna Shofia Astuty, Afif Al Hadi, Rima Hermayani, Dimas Novandias D. P., Anisa Chandra Dewi

Abstract


Perairan laut Lampung sebagai bagian kecil dari ekosistem terumbu karang Indonesia terindikasi memiliki tren penurunan kualitas karena aktivitas pelayaran dan pariwisata yang ekstensif khususnya di Pulau Pahawang. Kontrol kondisi terumbu karang pada wilayah ini menjadi kegiatan vital dalam rangkaian konservasi sumber daya laut. Sayangnya, pemetaan kesehatan terumbu karang memerlukan survei detail yang memakan banyak waktu, biaya, dan tenaga. Citra sebagai produk data penginderaan jauh hadir sebagai solusi monitoring terumbu karang secara cepat, murah, dan dalam jangkauan wilayah yang relatif luas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kesehatan terumbu karang melalui citra WorldView-2 (WV-2) serta menguji akurasi peta yang dihasilkan. Metode yang digunakan untuk memetakan kesehatan terumbu karang adalah transformasi nilai pixel pada band-band WV-2 menjadi nilai original objek dengan urutan: 1) koreksi atmosfer (Top of Atmospheric Reflectance), 2) koreksi kilap air (sun glint), dan 3) koreksi kolom air (metode lyzenga) menghasilkan 15 band DII (depth invariant bottom index). Kelima belas band DII tersebut diubah menjadi nilai kesehatan terumbu karang dengan cara regresi antara nilai pixel pada band DII dengan nilai rasio kesehatan terumbu karang aktual yang diperoleh dari proses kalkulasi acak titik foto transek di lapangan. Tiga tipe regresi (linier, eksponen, dan polinomial) dilakukan untuk melihat persamaan terbaik yang bisa digunakan untuk mentransformasi nilai pixel ke nilai kesehatan terumbu karang. Persamaan terbaik kemudian diimplementasikan menjadi model kesehatan terumbu karang untuk kemudian diuji akurasi menggunakan metode Standard Error Estimation. Hasil terbaik diperoleh pada regresi antara rasio kesehatan terumbu karang dengan band DII Coastal Red-Edge dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,6553 dan akurasi pemetaan sebesar 70,191%. Nilai tersebut menunjukan bahwa citra WV-2 memiliki potensi untuk menjadi instrumen monitoring ekosistem marine yang layak.

Kata Kunci: Depth Invariant Bottom Index, Kesehatan Terumbu Karang, Lyzenga, Regresi, WorldView-2


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.405

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License