KONDISI MACRO DEBRIS DI MANGROVE PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

Adinda Maharani, Dannisa I. Handyman, Abdurrahman Salafy, Yusuf Nurrahman, Noir P. Purba

Abstract


Isu mengenai persebaran sampah di laut atau sering dikenal dengan “Marine Debris” sedang menjadi perbincangan dunia. Isu ini sangat penting karena berdampak pada ekosistem. Sampah laut terakumulasi di ekosistem terutama di mangrove. Akumulasi ini diakibatkan oleh mangrove sebagai trapping terhadap sampah. Wilayah kajian pada penelitian ini adalah hutan mangrove Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta. Jakarta merupakan salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi, sehingga sampah rumah yang dihasilkan setiap harinya pun tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata jenis sampah apa saja yang terdapat di daerah mangrove. Terdapat enam stasiun yang digunakan dalam penelitian ini. Pendataan sampah mengacu kepada form International Coastal Cleanup (ICC) dengan luas area pendataan sampah 100 m2 di setiap stasiun. Terdapat tujuh kategori sampah dalam penelitian ini, dengan kategori yang paling banyak ditemukan adalah kategori A (most likely to find items) dengan jenis sampah paling banyak adalah pembungkus makanan. Ada satu kategori sampah yang ditambahkan karena tidak tercantum dalam form ICC, yaitu kategori G (clothes) yang merupakan tipe sampah tidak biasa ditemukan di wilayah pesisir. Selain pakaian, sampah-sampah tidak biasa lainnya yang ditemukan adalah alat-alat kebersihan diri (personal hygiene). Ekosistem mangrove dapat menjebak segala jenis sampah, mulai dari pembungkus makanan, sisa alat tangkap, hingga pakaian. Sampah-sampah tersebut dapat berasal dari laut maupun dibuang langsung ke ekosistem tersebut. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sampah yang paling sering ditemukan adalah jenis “A2” yaitu food wrapper (pembungkus makanan).

Kata kunci: Ekosistem Mangrove, Macro Debris, Plastik


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2017.2-0.397

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Seminar Nasional Geomatika

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License