ANALISA PERKEMBANGAN DAN KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN, PERTANIAN DAN INDUSTRI EKSISTING DI KECAMATAN KRATON, REMBANG DAN BANGIL, KABUPATEN PASURUAN

Nugraheni Dewi Mustikawati, Agung Budi Cahyono, Cherie Bhekti Pribadi

Abstract


Lahan permukiman, pertanian dan industri umumnya membutuhkan lahan yang luas. Sehingga harus memperhitungkan luas lahan yang tersedia sehingga tidak terjadi upaya memaksakan diri untuk konversi lahan secara besar-besaran guna pembangunan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan spasial tutupan lahan tahun 2015 dan 2019. Serta menganalisis tingkat kesesuaian lahan sebagai kawasan permukiman, pertanian dan industri di Kecamatan Kraton, Rembang dan Bangil terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan. Dalam penelitian ini mengolah citra Landsat 8 menggunakan teknik remote sensing dan SIG metode AHP. Parameter yang digunakan, yaitu : kelerengan lahan, jenis tanah, kedalaman efektif tanah, kerawanan banjir, curah hujan), jarak dari sungai, dan jarak dari jalan utama. Hasil penelitian berupa analisis spasial perubahan tutupan lahan pada tahun 2015, dan 2019, didapatkan perubahan lahan menjadi permukiman seluas 2.236,51 ha; menjadi pertanian seluas 5.100,31 ha; menjadi industri seluas 661,62 ha; menjadi tambak/rawa seluas 2.580,42 ha; dan menjadi lahan terbuka sebesar 4.966,028 ha. Hasil analisis tingkat kesesuaian lahan sebagai kawasan permukiman, pertanian dan industri terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan Tahun 2009-2029 yaitu kelas sangat sesuai (S1), kelas sesuai (S2), kelas tidak sesuai (N1), dan kelas sangat tidak sesuai (N2). Dengan penggunaan fungsi lahan terhadap RTRW Kabupaten Pasuruan untuk kawasan permukiman seluas 3.384,95 ha, untuk kawasan pertanian seluas 1368,89 ha, dan untuk kawasan industri seluas 1.129,66 ha. Hasil evaluasi kesesuaian lahan pertanian didominasi oleh kelas sangat tidak sesuai (N2). Sedangkan hasil evaluasi kesesuaian lahan permukiman dan industri didominasi oleh kelas sesuai (S2).

Keywords


AHP; eksisting; kesesuaian lahan; RTRW

Full Text:

PDF

References


Agustini, T., & Winarni, R. (2013). Industrialisasi di Kabupaten Pasuruan Tahun 1992-2007 (Studi kasus Pasuruan Industrial Estate Rembang). Publika Budaya, 2(1), 78-84.

Arifin, M. (2016). Ini Penyebab Pasuruan Jadi Langganan Banjir. News Detik. Berita Jawa Timur. Pasuruan. Diakses dari: https://news.detik.com/berita-jawatimur/d-3343810/ini-penyebab-pasuruan-jadi- langgananbanjir. [9 Agustus 2020].

BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Pasuruan. (2015). Total luas lahan sawah dan lahan pertanian bukan sawah tahun 2013-2015. BPS Kabupaten Pasuruan. Diakses dari: https://pasuruankab.bps.go.id/. [3 April 2020].

Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pasuruan. Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 12 Tahun 2010 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pasuruan Tahun 2009-2029. Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pribadi, C.B. (2014). Analisa Perencanaan Pengembangan Kawasan Perumahan di Perkotaan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Proccess (AHP) dan Analisis Spasial (Studi Kasus : Surabaya Barat). Skripsi. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. 82 hlm.

Sadyohutomo, M. 2008. Manajemen Kota dan Wilayah. Realita dan Tantangan. Bumi Aksara. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2020.0-0.1154

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License