ANALISIS KERUSAKAN HUTAN MANGROVE BERDASARKAN KLASIFIKASI NDVI PADA CITRA SENTINEL (Studi Kasus Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak)

Khusna Furoida, Aditya Saifuddin, Muhammad Fakhri

Abstract


Hutan mangrove memiliki banyak manfaat utamanya di wilayah pesisir seperti mencegah abrasi pantai, intrusi air laut, sebagai tempat makhluk hidup beberapa jenis satwa, dan lain-lain. Begitu banyak peranan hutan mangrove membuat keberadaannya harus dijaga dengan baik dan benar. Namun, dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan zaman, hutan mangrove seringkali mengalami kerusakan. Kecamatan Sayung merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Demak yang berbatasan langsung dengan laut sehingga memiliki populasi hutan mangrove yang juga tidak luput dari kerusakan. Kerusakan hutan mangrove tersebut dapat diidentifikasi melalui teknologi penginderaan jauh dengan metode Normalized Difference Vegetation index (NDVI) pada citra beresolusi sedang yaitu SENTINEL. Identifikasi kerusakan tersebut dilakukan dengan perbandingan citra hasil NDVI tahun 2015 dengan 2020 yang menunjukkan kesehatan dan luasan mangrove yang ada. Dari penelitian ini, diharapkan dapat mengkaji dan menganalisis seberapa besar kerusakan hutan mangrove dan daerah yang memiliki kerusakan hutan mangrove terbesar.

Keywords


hutan mangrove; NDVI; SENTINEL

Full Text:

PDF

References


BIG (Badan Informasi Geospasial). (2013). Terbaru: Panjang Garis Pantai Indonesia Capai 99.000 Kilometer. Dikutip dari: https://nationalgeographic.grid.id/. [1 Oktober 2020]

Chafid, M.A., Pribadi, R., & Suryo, A.A.D. (2012). Kajian perubahan luas lahan mangrove di Desa Bedono Kecamatan Sayung Kabupaten Demak menggunakan citra satelit ikonos tahun 2004 dan 2009. Jurnal of Marine Research, 1(2), 167-173.

KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). (2012). Peran Sektor Kehutanan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta. Diakses dari: http://ppid.menlhk.go.id/. [1 Oktober 2020]

KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). (2017). Miliki 23% Ekosistem Mangrove Dunia, Indonesia Tuan Rumah Konferensi Internasional Mangrove 2017. Kementen Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta. Diakses dari: http://ppid.menlhk.go.id/. [1 Oktober 2020]

Lufilah, S.N; Makalew, A.D., & Sulistyantara, B. (2017). Pemanfaatan citra landsat 8 untuk analisis Indeks Vegetasi di DKI Jakarta. Jurnal Lanskap Indonesia, 9(1), 73-80.

Kompas.com. (2020). (2020). Kisah Satu Keluarga di Demak Bertahan di Tengah Desa Yang Tenggelam, Gunakan Perahu dan Tanam Ribuan Mangrove. Eds. Rachmawati. Diakses dari: https://regional.kompas.com/. [3 Oktober 2020]

Rahadian, A., Prasetyo, L.B., Setiawan, Y., & Wikantika, K. (2019). Tinjauan historis data dan informasi luas mangrove Indonesia. Jurnal Media Konservasi. Media Konservasi, 24(2), 163-178.

Septiani, R., Citra, I.P.A., & Nugraha, A.S.A.. (2019). perbandingan metode supervised classification dan unsupervised classification terhadap penutup lahan. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian, 16(2), 90-96.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

USGS (United States Geological Survey). (2015). USGS EROS Archive-Sentinel-2. Diakses dari: https://www.usgs.gov/. [2 Oktober 2020]

WWF (Word Wildlife Fund for Nature). (2015). 5 Manfaat Hutan Mangrove untuk Manusia. Diakses dari: https://earthhour.wwf.id/. [1 Oktober 2020].




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2020.0-0.1134

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License