ANALISIS KETERJANGKAUAN FASILITAS KESEHATAN MENGGUNAKAN PEMODELAN NETWORK ANALYSIS DI KOTA YOGYAKARTA

Gian Felix Ramadan, Amanda Maishella, Eriko Prawunda Darmajaya, Maryam Afifah Ammaturrohman, Prima Widayani

Abstract


Kota Yogyakarta merupakan kota yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dengan angka 12.740 penduduk/km2. Tingginya kepadatan penduduk harus diimbangi dengan pelayanan sarana prasarana termasuk keterjangkauan terhadap fasilitas kesehatan dimana yang digunakan dalam penelitian ini adalah puskesmas dan rumah sakit. Keberadaan rumah sakit dan puskesmas yang menyebar tetap menimbulkan pertanyaan apakah seluruh area di Kota Yogyakarta sudah terjangkau oleh fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) memodelkan tingkat keterjangkauan fasilitas kesehatan berdasarkan radius dan waktu tempuhnya menggunakan network analysis, dan (2) mengetahui persentase luasan keterjangkauan fasilitas kesehatan untuk setiap desa di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu network analysis dan overlay data dengan pembobotan kuantitatif berjenjang. Parameter yang digunakan adalah lokasi fasilitas kesehatan, jaringan jalan, dan batas administrasi. Jangkauan fasilitas kesehatan diketahui melalui analisis network service area antara fasilitas kesehatan dengan jaringan jalan yang dibedakan berdasarkan jarak (meter) dan waktu tempuh (menit). Hasil analisis tersebut (waktu dan jarak) dilakukan overlay dengan pembobotan kuantitatif berjenjang untuk menentukan tingkatan keterjangkauan fasilitas kesehatan yang ada. Hasil tingkatan keterjangkauan fasilitas kesehatan tersebut diberikan batas administrasi kecamatan untuk mengetahui persentase setiap kecamatan yang dapat dijangkau oleh fasilitas kesehatan yang ada. Hasil pemodelan spasial keterjangkauan fasilitas kesehatan dengan network analysis menunjukan nilai akurasi TF 84,92%, FT 85,58%, kelas jalan 100%, dan arah jalan 99%. Daerah dengan keterjangkauan fasilitas kesehatan tertinggi berada di Kecamatan Pakualaman dengan persentase 74,95%, sedangkan untuk daerah yang tidak terjangkau fasilitas kesehatan adalah Kecamatan Gondokusuman dengan persentase 43,42%.

Keywords


keterjangkauan fasilitas kesehatan; network analysis; Kota Yogyakarta

Full Text:

PDF

References


Avila, A.A. (2018). Analisis Pola Spasial Persebaran dan Aksesibilitas Area Pelayanan Prasarana Kesehatan di Kota Makassar. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Kota Makassar.

BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Yogyakarta. (2020). Kota Yogyakarta dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta. Yogyakarta.

Budiman, R. (2017). Analisis Spasial Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terhadap Permukiman di Kota Blitar. Tesis Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.

Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Yogyakarta. (2019a). Data Puskesmas 2019 Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta. Cited in https://kesehatan.jogjakota.go.id/profil/upt. [7 Agustus 2020].

Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Yogyakarta. (2019b). Profil Kesehatan 2019 Kota Yogyakarta. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Kota Yogyakarta. Cited in https://kesehatan.jogjakota.go.id/uploads/dokumen/profil_dinkes_2019_data_2018.pdf . [7 Agustus 2020].

Depkes (Departemen Kesehatan). (1984). Sistem Kesehatan Nasional. Departemen Kesehatan. Jakarta.

ESRI (Environmental Systems Research Institute). (2020). ArcGIS Network Analyst. ESRI. Cited in https://www.esri.com/id-id/store/extensions/arcgis-network-analyst. [5 Agustus 2020].

Hakim, I. (2017). Konsep Geografi: 10 Konsep Penjelasan dan Contohnya. Diakses dari: https://insanpelajar.com/konsep-geografi/. [9 Agustus 2020].

Hidayat, A. (2017). Cara Hitung Rumus Slovin Besar Sampel. Diakses dari:

https://www.statistikian.com/2017/12/hitung-rumus-slovin-sampel.html. [7 Agustus 2020]

Kementerian Kimpraswil (Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah). (2001). Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001. Sekretariat Negara. Jakarta

Restiya, B. (2020). Efektivitas Jangkauan Layanan Puskesmas Melalui Integrasi Penginderaan Jauh Dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Yogyakarta). Skripsi Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Silalahi, F.E.S., Hidayat, F., Dewi, R.S., Purwono, N., & Oktaviani, N. (2020). GIS-based approaches on the accessibility of referral hospital using network analysis and the spatial distribution model of the spreading case of COVID-19 in Jakarta, Indonesia. BMC Health Serv Res, 20(1), 1-20. https://doi.org/10.1186/s12913-020-05896-x.

Soendjojo, H., & Riqqi, A. (2016). Kartografi. ITB Press, Bandung

Suhardi, Y. (2020). Stratified Random Sampling: Pengertian dan Konsep Dasar. Diakses dari: https://statmat.id/stratified-random-sampling-adalah/. [7 Agustus 2020.]




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2020.0-0.1133

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License