STUDI PENENTUAN NILAI UNDULASI DARI EGM 2008 DENGAN DERAJAT HARMONIK 360, 720 DAN 2190 DI PULAU JAWA

Nico Marcelino, Rustandi Poerawiardi, Diah Kirana Kresnawati, Dadan Ramdani, Dessy Apriyanti

Abstract


Negara Indonesia yang mempunyai luas daratan 1.910.931,32 Km² (kemendagri, 2010) mempunyai sebaran Jaring Kontrol Geodesi yang berjumlah 7000 titik, dengan sebaran setiap titik yaitu 5 Km dan belum tersebar merata diseluruh wilayah Indonesia. maka pengukuran referensi tinggi untuk keperluan praktis pemetaan masih memerlukan waktu yang cukup lama serta biaya besar, terutama untuk daerah yang jauh ataupun belum mempunyai sebaran Jaring Kontrol Geodesi (JKG). EGM 2008 adalah salah satu solusi dalam mendapatkan nilai tinggi orthometrik yang dikombinasikan dengan nilai tinggi yang didapat dari pengamatan GNSS. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa Nilai Undulasi dari EGM 2008 dibagi menjadi derajat dan orde 360, 720 dan 2190. Mempunyai nilai Undulasi minimal dan maksimal masing - masing yaitu 16.297 m sampai dengan 34.644m di derajat dan orde maksimal 360, 16.056m sampai dengan 34.802m di derajat dan orde maksimal 720 dan 16.057m sampai dengan 34.495m di derajat dan orde maksimal 2190. Nilai Undulasi EGM 2008 dibandingkan terhadap nilai Undulasi Geometrik dari Jaring Kontrol Geodesi (JKG) yang tersebar di Pulau Jawa yang berjumlah 99 titik dan mempunyai 3 titik yang error dan 2 titik tidak mempunyai tinggi orthometrik, sehingga 5 titik JKG tersebut tidak dimasukkan dalam proses perhitungan. Nilai Undulasi EGM2008 dengan derajat dan orde masing – masing 360,720 dan 2190 terhadap nilai Undulasi geometrik JKG mempunyai nilai penyimpangan yang dinyatakan dengan standar deviasi yaitu pada derajat dan orde 360 adalah 49,5 cm, derajat dan orde 720 adalah 38,9 cm dan derajat dan orde 2190 adalah 36,8 cm. Dapat disimpulkan bahwa nilai undulasi EGM 2008 dengan derajat harmonik 2190 yang paling baik digunakan dengan standar deviasi 36.8cm.

Keywords


EGM 2008; Jaring Kontrol Geodesi; Undulasi Geoid

Full Text:

PDF

References


Amjadiparvar, B., Sideris, M. G., Rangelova, E., & Hyden, T. (2006). The Effect of geoid Commission and Omission Errors In The Computation of North American Height Datum Offsets.

Anjasmara, I. (2013). Gravity Anomaly and Isostasy. Surabaya: Jurusan Teknik Geomatika Institut Teknologi Sepuluh November.

Fitri, L., & Heliani, L. S. (2008). Evaluasi Model Geoid Global di Pulau Jawa.

Gani, R. M., Hadian, D., & Koesoemadinata, R. C. (t.thn.). Penggunaan EGM 2008 Pada Pengukuran GPS Levelling di Lokasi Deli Serdang Tebing Tinggi Provinsi Sumatra Utara.

Kahar, J., & Purworaharjo, U. (n.d) Geodesi. Bandung: Penerbit ITB.

Kasenda, A. (2009). High Precision Geoid for Modernization Of Height System in Indonesia. Sydney, Australia: School of Surveying anf Spatial Information System The University of New South Wales.

Li,, X., & Gӧtze, H. (2002). Ellipsoid, geoid, gravity, geodesy, and geophysics. Geophysics, 67(3), 997-997.

Losch, M., & Seufer, V. (2003). How to Compute Geoid Undulations (Geoid Height Relative to a Given Reference Ellipsoid) from Spherical Harmonic Coefficients for Satellite Altimetry Applications.

Miftahul, R. A., Yuwono, B. D., & Awaluddin, M. (2015). Pemodelan Geoid Lokal Kota Semarang Berdasarkan Model Geopotensial Global Grace.

Moritz, H. (1980). Advance Physical Geodesy. Herbert Wichman Verlag Karlsruhe, Abacus Press Tunbridge Wells Kent.

Pangastuti, D., & Sofian, I. (2015). Validasi Geoid EGM2008 di Jawa dan Sumatra. Validasi Geoid EGM2008 Di Jawa Dan Sumatra Dengan Menggunakan Parameter Mean Dynamic Topography (MDT) Pada Geoid Geometris.

Prijatna, K. (2010). Pengembangan Model Pengkombinasian Data Gayaberat dengan Model Geopotensial Global untuk Penentuan Geoid Regional Wilayah Indonesia. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Ramdani, D. (t.thn.). Model Geopotensial Global yang Optimal Untuk Perhitungan Geoid Indonesia, 14.

Ramdani, D. (t.thn.). Penggunaan EGM 2008, EGM 1996 dan GPS Levelling Untuk Tinggi Undulasi Geoid di Sulawesi.

Ramdani, D., Priyatna, K., & Andreas, H. (2014). Evaluasi Model Geopotensial Global Untuk Perhitungan Geoid di Jakarta.

Rastawira, T., Sutoma, K., & Sabri. (t.thn.). Pemodelan Geoid Kota Semarang.

S.A, H., & W.E, F. (t.thn.). Departement of Spatial Sciences. A Simple and Stable Approach to High Degree and Order Spherical Harmonic Synthesis.

Siang, E., Djaja, R., & Ramdani, D. (2014). Penentuan Model Geopotensial Global yang Optimal untuk Perhitungan Geoid Sumatra.

Sideris, M. (1994). Geoid and it`s geophysical interpretation. USA: GRC Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2019.4-0.1102

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License