PREDIKSI TUTUPAN LAHAN DAERAH TERDAMPAK TSUNAMI DAN PERUBAHAN MUKA PANTAI DENGAN GIS DI AREA TERDAMPAK TSUNAMI PALU, SULAWESI, INDONESIA

Muhammad Zeyd Arhan Juan Ramadhan, Nattaya Mlatti Lakshita, Dwiki Muharrama, Muhammad Farhan Ahsani, Yosef Prihanto

Abstract


Zona pesisir adalah area berharga yang menopang banyak kehidupan dan berbagai ekosistem dengan kepentingan biologis dan ekonomi yang tinggi. Namun ekosistem dan pemukiman manusia di wilayah pesisir rentan terhadap bencana alam seperti tsunami. Di seluruh Indonesia, aktivitas seismik di bawah Samudera Hindia telah sering menyebabkan gempa bumi dan tsunami. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan analisis berbasis GIS untuk melihat tutupan lahan yang terdampak tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi. Prediksi tutupan lahan digunakan untuk melihat perkembangan pasca bencana dan sebagai evaluasi mitigasi. Metode yang digunakan dalam identifikasi tutupan lahan, perubahan garis pantai dan proyeksi perubahan lahan di masa depan menggunakan metode supervised classification. Klasifikasi ini menggunakan alat Random Forest dengan alat dzetsaka pada aplikasi QGIS. Telaah dokumen juga digunakan untuk melihat tata guna lahan eksisting di Kota Palu.

Keywords


perubahan muka pantai; tutupan lahan; tataguna lahan

Full Text:

PDF

References


Amin, A., & Fazal, S. (2014). Land Transformation Analysis Using Remote Sensing and GIS Techniques (A Case Study). Journal of Geographic Information System, 4(June 2012), 229–236. https://doi.org/10.4236/jgis.2012.4327

Ibrahim, W. Y. W., & Ludin, A. N. M. (2015). Spatiotemporal Land Use Change Analysis Using Open-source GIS and Web Based Application. International Journal of Built Environment and Sustainability, 2(2), 101–107

Othman, A., & Gloaguen, R. (2013). River Courses Affected by Landslides and Implications for Hazard Assessment: A High Resolution Remote Sensing Case Study in NE Iraq–W Iran. Remote Sensing, 5(3), 1024–1044.

Kahlon, S. (2015). Land use land cover change and human – Environment interaction : the case of Lahaul valley. 6(2), 1568–1577.

Lillesand, T. M., & Kiefer, R. W. (1999). Remote Sensing and Image Interpretation (4th Editio). John Wiley & Sons, Inc. Meyer, W. B., & Turner II, B. L. (1992). Human Population Growth and Global LandUse/Cover Change. Annual Review of Ecology and Systematics, 23, 39–61.

Pemerintah Kota Palu. (2011). Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 16 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Palu Tahun 2010-2030. Palu.

Sankari, T. S., Chandramouli, A. R., Gokul, K., Surya, S. S. M., & Saravanavel, J. (2015). Coastal Vulnerability Mapping Using Geospatial Technologies in Cuddalore- Pichavaram Coastal Tract, Tamil Nadu, India. Aquatic Procedia, 4(Icwrcoe), 412–418. https://doi.org/10.1016/j.aqpro.2015.02.055

Umar, M., Margaglio, G., & Fitrayansyah, A. (2019). Post-tsunami survey of the 28 September 2018 tsunami near Palu Bay in Central Sulawesi, Indonesia: Impacts and challenges to coastal communities. International Journal of Disaster Risk Reduction, 38(June), 101229. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2019.101229




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2019.4-0.1100

Article Metrics

Abstract view : 2 times
PDF - 1 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License