Tingkat Kerentanan Gerakan Tanah Paling Luas pada Zona Pengendalian KBU Kabupaten Bandung Barat

Aprilana Aprilana, Reynaldi Perdana T.

Abstract


Kawasan Bandung Utara merupakan kawasan lindung atau kawasan konservasi yang memiliki fungsi dan peranan penting dalam menjamin keberlanjutan kehidupan dan keseimbangan lingkungan hidup di Cekungan Bandung, Kabupaten Bandung Barat merupakan wilayah administrasi terbesar yang ada di Kawasan Bandung Utara. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada tahun 2019 , menurut Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat salah satu dari tujuh potensi bencana di Bandung Barat adalah ancaman pergerakan tanah. Penelitian ini akan melakukan kajian spasial tingkat kerentanan gerakan tanah pada Kawasan Bandung Utara di Kabupaten Bandung Barat. Data yang digunakan adalah data vektor batas wilayah administrasi Kabupaten Bandung Barat, data zona pengendalian kawasan Bandung Utara, data kerentanan gerakan tanah di Kabupaten Bandung Barat, serta melakukan dokumentasi lapangan pada 2019. Metode yang digunakan adalah overlay. Dari hasil penelitian ini terdapat 4 tingkat kerentanan gerakan tanah dan 1 klasifikasi lain nya yaitu alur rombakan di zona pengendalian Kawasan Bandung Utara di Kabupaten Bandung Barat, yaitu kerentanan tinggi 1295.21 Ha (5,13%), menengah 11444.34 Ha( 45,35%), rendah 10807.55 Ha (42,83%), sangat rendah 1010.36 Ha (4,00%), alur rombakan 673,82 Ha (2,67%).

Keywords


Zona Pengendalian Kawasan Bandung Utara; Kabupaten Bandung Barat; Rawan Bencana gerakan tanah

Full Text:

PDF

References


Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. 2015. Buklet Gerakan Tanah. Bandung : Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Badan Standarisasi Nasional. 2013. SNI Tutupan Lahan. Jakarta. Badan Standarisasi Nasional.

Edy, Irwansyah. Sistem Informasi Geografis: Prinsip Dasar dan Pengembangan Aplikasi.Yogyakarta.2013

Eddy, Prahasta. 2010. Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar.Informatika. Bandung.

ESRI . 2019. “What is Geoprocessing” http://desktop.arcgis.com.

Jan Kraak, Menno., & Ormeling, Ferjan. 2007. Kartografi, Visualisasi Data Geospasial. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Karnawati, D. 2005. Bencana Alam Gerakan Massa di Indonesia dan Upaya Penanggulangannya, Jurusan Teknik Geologi UGM. Yogyakarta

Marani, Isma R.K, Penentuan Zona Gerakan Tanah dan Analisis Kemantapan Lereng di Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Semarang: Universitas Diponogor. 2018.

Nuarsa IW. Belajar Sendiri Menganalisis Data Spasial Dengan Software ARCVIEW GIS 3.3 untuk Pemula.

Jakarta: PT Alex Media Computindo. 2005.

Noor, D., 2011, Geologi Untuk Perencanaan, Yogyakarta : Graha Ilmu.

Pangular, D. 1985. Petunjuk Penyelidikan & Penanggulangan Gerakan Tanah. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pengairan. Balitbang Departemen Pekerjaan Umum, 233 hal.

Peraturan Daerah. 2016.“ Rencana Tata Ruang Kawasan Bandung Utara”. Bandung : Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. 2018. “Geografis KBB”. [online]. (http://www.bandungbaratkab.go.id/, diakses tanggal 14 Maret 2019) .

Pemerintah Jawa Barat. 2019. “Kabupaten Bandung Barat”. [online]. (https://westjavainc.org/municipal/bandung-barat-regency, diakses tanggal 14 Maret 2019) .

Sabrina Siregar, 2010. Pengenalan Sofware ArcGIS. Jurusan TMIP FTIP Unpad. Bandung.

Saraswati. Togi, 2014. “Masalah Pengembangan Kawasan Bandung Utara”. Bandung: Universitas Pasundan Bandung.

Varnes, D.J., 1978. Slope movement types and processes, Special Report 176; Landslides; Analysis and Control, Eds: R.L. Schuster dan R.J. Krizek, Transport Research Board. National Research Council. Washington D.C., 11-33.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2019.4-0.1088

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License