Densifikasi Inacors untuk Mendukung Implementasi Satu Referensi Geospasial di Indonesia

Isnaini Annuriah Mundakir, Ossy Maulita Budiawati, Yunanta Cahya Daniswara, Oktadi Prayoga, Muhammad Al Kautsar, Wilma Fitri

Abstract


Informasi geospasial yang baik dihasilkan melalui referensi geospasial yang berkualitas. Referensi geospasial di Indonesia diatur dalam Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (Perka BIG) Nomor 15 tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013. Berdasarkan Perka BIG No. 15 tahun 2013 datum yang digunakan di Indonesia untuk seluruh kegiatan penyelenggaraan informasi geospasial adalah SRGI2013. Datum SRGI2013 merupakan referensi tunggal yang digunakan dalam pemetaan untuk mewujudkan Kebijakan Satu Peta sehingga seluruh informasi geospasial yang dihasilkan tidak saling tumpang tindih antara satu dengan yang lain. Infrastruktur yang digunakan dalam percepatan implementasi satu referensi geospasial adalah Jaring Kontrol Geodesi (JKG). JKG berupa stasiun pengamatan geodetik tetap/kontinu atau yang biasa disebut stasiun InaCORS merupakan JKG yang beroperasi secara terus menerus serta mendukung tersedianya informasi geospasial yang bereferensi ke datm SRGI2013. Namun demikian ketersediaan stasiun InaCORS yang dikelola oleh Badan Informasi Geospasial masih belum tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia dan baru tersebar rapat di Pulau Jawa. Densifikasi stasiun InaCORS merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan satu referensi geospasial dari Sabang sampai Merauke. Densifikasi tersebut diawali dengan analisis persebaran lokasi stasiun InaCORS untuk menentukan lokasi stasiun InaCORS baru yang sesuai. Analisis spasial menggunakan informasi gespasial dasar dan tematik terkait dilaksanakan menggunakan program aplikasi pengolah data spasial. Dengan radius jangkauan layanan stasiun CORS sejauh 50 km diperoleh 180 stasiun CORS baru untuk melayani penentuan posisi yang bereferensi ke datum tunggal nasional. Selain perapatan tersebut perlu dilakukan optimalisasi serta revitaslisasi stasiun InaCORS yang belum melayani pengguna secara online.

Keywords


referensi geospasial, stasiun InaCORS, GNSS CORS, datum SRGI2013, Kebijakan Satu Peta

Full Text:

PDF

References


Aditiya, A., Efendi, J., & Syafii, A. (2014). InaCORS: Infrastructure of GNSS CORS in Indonesi a. An artcle in

FIG Congress 2014, 16-21 June 2014. Kuala Lumpur.

Badan Informasi Geospasial. (2013). Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial No. 15 Tahun 2013 tentang Sistem Referensi Geospasial Indonesia 2013. Badan Informasi Geospasial. Cibinong.

Badan Informasi Geospasial. (2013). Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial No. 14 Tahun 2013 tentang Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) Pemutakhiran Informasi Geospasial Dasar. Badan Informasi Geospasial. Cibinong.

Badan Standardisasi Nasional. (2014). Standar Nasional Indonesia mengenai Prosedur Pembangunan

Continuously Operating Reference Station (CORS). SNI:2964:2014. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Gumilar, I., Abidin, H.Z., Andreas, H, L.M. Sabri, Gamal. (2011). Status Terkini Penurunan Muka Tanah Di Wilayah Semarang. Proceeding of FIT Ikatan Surveyor Indonesia dan Seminar Nasional ISBN : 978 – 602 – 96012 -1 -3, 24 November 2011. Semarang.

Menteri Dalam Negeri. (2017). Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. Menteri Dalam Negeri. Jakarta.

RI (Republik Indonesia). (2011). Undang-Undang No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Lembaran Negara RI Tahun 2011, No. 49. Sekretariat Negara. Jakarta.

RI (Republik Indonesia). (2011). Peraturan Presiden RI No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta pada Tingkat Ketelitian Peta Skala 1:50.000. Lembaran Negara RI Tahun 2016, No. 28. Sekretariat Negara. Jakarta.

Rizos, C., and Lim, S. (2008). An Optimal Design for Server-Based RTK System. An article in ION GNSS 21st International Technical Metting of The Satellite Division, 30 October - 2 November 2006. Savannah.

Sunantyo, T.A. (2009). GNSS CORS Infrastructure and Standard in Indonesia. An article in 7th FIG Regional

Conference, 19-22 October 2009. Hanoi.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1084

Article Metrics

Abstract view : 13 times
PDF - 8 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License