RENCANA KONTINJENSI GUNUNGAPI BERBASIS INFORMASI GEOSPASIAL (Studi Kasus: Gunung Marapi Sumatera Barat)

Endah Purwaningsih

Abstract


Gunung Marapi merupakan gunungapi aktif di wilayah Sumatera Barat, sehingga apabila terjadi erupsi/letusan akan berdampak pada kondisi sosial maupun kondisi ekonomi masyarakat di kawasan tersebut. Untuk mengantisipasi timbulnya korban, maka perlu adanya penyusunan rencana kontinjensi yang merupakan salah satu rencana yang dibuat pada tahapan prabencana dan dilakukan pada kondisi normal atau potensi terjadinya suatu bencana. Rencana ini dapat dijadikan Rencana Operasi Tanggap Darurat, setelah terlebih dahulu melalui kaji cepat. Rencana kontinjensi sangat memerlukan aspek geospasial dalam pembuatannya. Informasi geospasial yang digunakan dalam pemecahan masalah bencana gunungapi khususnya letusan Gunung Marapi disajikan dalam bentuk peta yang terdiri atas: peta kawasan rawan bencana, peta kerentanan sosial, peta kerentanan ekonomi, peta kerentanan fisik dan peta risiko bencana letusan gunungapi. Untuk mencapai hasil pemetaan rencana kontinjensi bencana digunakan analisis spasial data primer berupa survei lapangan untuk mengetahui daerah terdampak yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan data sekunder. Komponen dan indikator untuk menghitung indeks ancaman bencana dan analisis pengkelasan Kawasan Rawan Bencana (KRB) mengikuti aturan Perka BNPB No.2 Tahun 2012. Berdasarkan hasil analisis data spasial dan survei lapangan mengenai peta rencana kontinjensi bahaya letusan Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, maka terdapat 65 nagari yang terkena dampak bahaya letusan gunungapi Marapi. Terdapat 10 nagari yang memiliki kelas risiko tinggi bencana letusan gunungapi Marapi.

Keywords


kontinjensi, gunungapi, informasi geospasial

Full Text:

PDF

References


Asriningrum Wikanti, Heru Noviar, Suwarsono. 2004. Pengembangan Metode Zonasi Daerah Bahaya Letusan Gunung Merapi. Jurnal Penginderaan Jauh dan Citra Digital.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 2011. Panduan Perencanaan Kontinjensi Menghadapi Bencana. Edisi kedua. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. Kabupaten Agam Dalam Angka 2015.

Badan Pusat Statistik Sumatera Barat. Kabupaten Tanah Datar Dalam Angka 2015.

Badiaga, Emmanuel Pajot. 2011. Contingency Plan. Facilitator’s Guide. Handicap International-Philippines Program.

Basyid, Abdul M. 2010. Pengembangan Peta Rencana Kontinjensi Bencana Gunungapi. Jurnal Rekayasa No.4. Vol. XIV.

Danoedoro, Projo. 2004. Sains Informasi Geografis. Jurusan Kartografi dan Penginderaan Jauh. Fakultas Geografi. Yogyakarta.

Kraak, Menno_Jan dan Ferjan Ormeling. 2007. Kartografi: Visualisasi Data Geospasial. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 04 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 02 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 07 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi Bencana Indonesia.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PULDALOPS-PB).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Preseren, T., Franci Steinman, Joze Papez. 2012. Contingency Planning Oriented Hazard Maps. New Ideas And Lessons Learned Within The Monitor Ii Project – Slovenian Example. 12th Congress INTERPRAEVENT 2012 – Grenoble / France Conference Proceedings. www.interpraevent.at

Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) UNP. 2010. Modul Pelatihan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Padang.

Schwingshandl, A., Plattner Thomas, Liehr Clemens, Muhlnock Florian, Mullebner Bernhard, Steiner Simon. Monitor II-Contingency Planning Guidelines. The Austrian Federal Railways, The Federal Ministry for Agriculture, Forestry, Environment and Water Management and with co-financing by the European Union.

RI (Republik Indonesia). 2011. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

RI (Republik Indonesia). 2007. Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1081

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License