PEMETAAN SEBARAN PADANG LAMUN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 DI KEPULAUAN TANIMBAR KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT PROVINSI MALUKU

Desita Anggraeni, M. Nurkholis Fauzi, Christian Novia Ngesti H.

Abstract


Padang lamun merupakan habitat penting pesisir yang memiliki peran kunci dalam ekosistem pesisir. Kawasan ini merupakan area asuhan bagi ikan-ikan kecil, udang, persembunyian biota dari predatornya, pendaur zat hara, serta penyerap nutrien dari limpasan air laut yang dapat membantu menstabilkan sedimen dan kejernihan air. Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu lokasi di Provinsi Maluku dengan potensi sebaran lamun yang cukup luas, namun informasi mengenai sebaran lamun di kawasan ini tidak terdata dengan baik. Teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu alternatif untuk mengisi gap data di area yang luas dan sulit dijangkau, termasuk untuk memetakan sebaran lamun di Kepulauan Tanimbar. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan data dasar sebaran dan luas habitat lamun di pesisir Kepulauan Tanimbar. Metode yang digunakan adalah analisis citra penginderaan jauh Landsat 8, menerapkan penajaman citra untuk perairan dangkal menggunakan algoritma Lyzenga. Citra Landsat yang digunakan Landsat Surface Reflectance liputan path/row 106/65 dan 106/66 tahun perekaman 2017. Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 1-10 November 2017. Metode pengambilan data lamun dilakukan menggunakan metode seagrass watch . Hasil pengolahan citra menunjukkan lamun terdistribusi merata di seluruh pesisir Kepulauan Tanimbar dengan luas total 5.615,63 hektar dengan tutupan terpadat di sekitar Pulau Seira. Hasil survei lapangan menunjukkan tutupan lamun terpadat dijumpai di Formusan dengan tutupan lamun rata-rata 95%. Kondisi lamun paling baik berada di daerah Sabal, didukung kondisi air yang sangat jernih dengan substrat utama pasir. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, jenis lamun yang ditemukan antara lain: E n h alu s a c o r oid e s , T h ala s sia h e m p ric hii, C y m o d o c e a s e r r ula t a , C y m o d o c e a rotundata, Syringodi um isoetifolium, Halodule uninervis, Halophila ovalis, dan Halophila minor .

Keywords


Padang lamun, Penginderaan Jauh, Landsat 8, Kepulauan Tanimbar

Full Text:

PDF

References


Aziizah NN., Siregar VP., Agus SB. 2016. Penerapan Algoritma Spectral Angle Mapper (SAM) untuk Klasifikasi Lamun Menggunakan Citra Satelit Worldview-2. Institut Pertanian Bogor: Bogor Danoedoro, P. 2015. Pengaruh Jumlah dan Metode Pengambilan Titik Sampel Penguji Terhadap Tingkat Akurasi Klasifikasi Citra Digiyal Penginderaan Jauh. Conference Paper. Puspics Fakultas geografi UGM: Yogyakarta. Fauzi, M. N., Panjaitan, J. P., Natih, N. M. N. 2017. Deteksi Perubahan Luasan Padang Lamun Menggunakan Citra Landsat Di Bintan Timur, Kepulauan Riau. Institut Pertanian Bogor: Bogor Kurniawan, A., Subardjo, P., Pratikto, I., 2014. Analisa Spasial Padang Lamun Dengan Menggunakan Data Penginderaan Jauh Satelit Geoeye-1 Di Perairan Pulau Parang Dan Pulau Kumbang, Kepulauan Karimunjawa. Journal of Marine Research. Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014, Halaman 374-379 Misbari S dan Hashim M.

Change Detection of Submerged Seagrass Biomass in Shallow CoastalWater. Remote Sensing . 200(8), [15 Maret 2016]. Muchlisin Arief. Pengembangan Metode Lyzenga untuk Deteksi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu dengan Menggunakan Data Satelit AVNIR-2. Statistika, Vol. 13 No. 2, 55 – 64 November 2013 Prathama, R., Putra, R.D., Zulfikar, A., Pemetaan Sebaran Padang Lamun Menggunakan Citra Satelit Landsat 8 Di Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan. Universitas Maritim Raja Ali Haji: Tanjung Pinang Sari, D. P., Lubis, M. Z. 2017. Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Memetakan Persebaran Lamun di Wilayah Pesisir Pulau Batam. EISSN: 2527-5186 Jurnal Enggano Vol. 2, No. 1, April 2017: 39-45 Hernawan, U.E., Sjafrie, N.D.M., Supriyadi, I.H, Suyarso, Iswari, M.Y., Anggraini, K., Rahmat. 2017. Status Padang Lamun Indonesia 2017. Pusat Penelitian Oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia: Jakarta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2014. Pemetaan Habitat Dasar Perairan Laut Dangkal . Jakarta (ID): COREMAP CTI LIPI 2014. Lillesand, T.M., Kiefer, R.W., and Chipman, J., 2008, Remote Sensing and Image Interpretation , Sixth

Edition , John Wiley and Sons, Inc Lyzenga DR. 1981. Remote Sensing of Bottom Reflectance and Water Attenuation Parameters in Shallow Water Using Aircraft and Landsat Data. International Journal Remote Sensing . 2(1): 71-82. Sitanggang G. 2010. Kajian Pemanfaatan Satelit Masa Depan: Sistem Penginderaan Jauh Satelit LDCM (Landsat – 8). Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Berita Dirgantara . 11(2): 47-58. Juni 2010. Supriyadi IH. 2010. Pemetaan Padang Lamun di Perairan Teluk Toli-Toli dan Pulau Sekitarnya, Sulawesi Barat. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia . 36(2): 147-164.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1078

Article Metrics

Abstract view : 171 times
PDF - 127 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License