IDENTIFIKASI MANGROVE SEJATI MENGGUNAKAN METODE OBIA BERDASARKAN CITRA LANDSAT 8 OLI DAN LANDSAT 7 ETM+ Studi Kasus: Kawasan Mangrove Segara Anakan, Cilacap

Anang Dwi Purwanto, Gathot Winarso, Atriyon Julzarika

Abstract


Hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang mempunyai banyak manfaat terutama bagi lingkungan di sekitarnya. Keberadaan hutan mengrove semakin mendapat banyak tekanan dimana salah satunya adalah gangguan dari aktivitas manusia. Banyaknya penebangan liar hutan mangrove mempengaruhi kondisi kerapatan kanopi hutan mangrove. Penilaian mengenai kualitas hutan mangrove telah banyak dilakukan oleh peneliti dimana salah satu metodenya menggunakan indeks vegetasi untuk menghitung kerapatan kanopi. Semakin tinggi nilai NDVI maka dapat dikatakan kualitas hutan mangrove semakin baik dan begitu juga sebaliknya. Berdasarkan pengamatan di lapangan, hutan mangrove yang memiliki nilai NDVI tinggi banyak didominasi oleh mangrove non sejati, sedangkan hutan mangrove dengan kategori mangrove sejati memiliki nilai NDVI yang relatif lebih rendah. Penelitian sebelumnya menyebutkan salah satu jenis mangrove non sejati dapat digunakan sebagai salah satu indikator kerusakan mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran mangrove sejati di Segara Anakan, Cilacap menggunakan metode OBIA. Data citra satelit yang digunakan adalah citra Landsat 8 OLI dan citra Landsat 7 ETM+. Metode pemisahan obyek hutan mangrove menggunakan proses segmentasi dengan algoritma Multires olu tio n S e g m e n t a tio n , sedangkan identifikasi mangrove sejati menggunakan formula indeks mangrove dimana algoritma ini menggunakan kanal NIR dan SWIR. Berdasarkan hasil perhitungan indeks mangrove dari citra Landsat 8 OLI dan Landsat 7 ETM+ terlihat bahwa sebaran mangrove sejati banyak ditemukan pada bagian timur dari lokasi penelitian. Luasan area mangrove sejati yang teridentifikasi dari citra Landsat 7 ETM+ lebih besar dibandingkan luasan mangrove sejati dari citra Landsat 8 OLI.

Keywords


Mangrove Sejati, Indeks Mangrove, Segmentasi, Landsat 8, Landsat 7

Full Text:

PDF

References


Ardli, E.R., (2010).

Di s t rib u si S p a sial D e r ris T rif olia t a L O U R Di S e g a r a A n a k a n Cila c a p S e b a g ai A g e n Bio m o nit o rin g K e r u s a k a n M a n g r o v e . Prosiding Seminar Nasional Biodiversitas dan Bioteknologi Sumberdaya Akuatik, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Bengen, D.G. (1999). P e d o m a n T e k nis P e n g e n ala n d a n P e n g elola a n E k o sis t e m M a n g r o v e . Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. eCognition Developer. (2011). eCognition Developer User Guide . German : Trimble. Faizal, A., dan Amran, M.A. (2005). M o d el T r a n s f o r m a si I n d e k s V e g e t a si y a n g E f e k tif u n t u k P r e dik si Kerapatan Mangrove Rhizophora Mucronata . Prosiding PIT MAPIN XIV ITS Surabaya, 14-15 September 2005. Hussein, S. (2017). Segmentasi citra algoritma Multiresolution Segmentation. Cited in https://tutorialobia.wordpress.com/2017/05/20/segmentasi-citra-algoritma-multiresolutionsegmentation/ [5 Juni 2018] Jhonnerie, R. (2015). Klasifikasi Mangrove Berbasis Objek Dan Piksel Menggunakan Citra Satelit Multispektral Di Sungai Kembung, Bengkalis, Provinsi Riau . Disertasi. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup. (2004). Tentang Kriteri a Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove . Keputusan Menteri LH No.201 Tahun 2004. Menteri Lingkungan Hidup. Jakarta. Kusmana, C., Wilarso, S., Hilwan, I., Pamoengkas, P., Wibowo, C., Tiryana, T. (2003). Teknik Rehabilitasi Mangrove . Bogor:Fakultas Kehutanan. IPB. NASA. (2013). L a n d s a t D a t a C o n tin uit y Mis sio n B r o c h u r e . Cited in https://landsat.gsfc.nasa.gov/wpcontent/uploads/2013/01/BandpassesL7vL8_Jul20131.pdf. [21 Juli 2018] Nybakken, J.W. (1982). M a rin e Biolo g y : A n E c olo gic al A p p r o a c h . Terjemahan Dr. M. Eidman. Jakarta:Gramedia. Parwati, E. (2001). Analisis Inderaja Dalam Evaluasi Turunnya Kualitas Lingkungan (Studi Kasus Perairan Segara Anakan, Ci lacap) . Tesis Universitas Indonesia. Depok. Purwanto, A.D, Asriningrum, W, Winarso, G, Parwati, E. (2014). Analisis Sebaran dan Kerapatan Mangrove Menggunakan Citra Landsat 8 Di Segara Anakan, Cilacap . Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh LAPAN 2014, Bogor, Indonesia. Purwanto, A.D dan Ardli, E.R. (2016). P e m a n f a a t a n D a t a P e n gin d e r a a n J a u h U n t u k P r e dik si S e b a r a n Salinitas Laguna Segara Anakan . Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh LAPAN 2016. Rusdianti, K., dan Sunito, S. (2012). Konversi Lah an Hutan Mangrove Serta Upaya Penduduk Lokal Dalam Merehabilitasi Ekosistem Mangrove. Jurnal Sosiologi Pedesaan . (6). Hal 1-17. Rusila Noor, Y., Khazali, M., dan Suryadiputra, I. (1999). Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia . Bogor: Ditjen PHKA dan Wetlands International - Indonesia Programme. Siregar, ERP. (2013). Keanekaragaman Mangrove Berdasarkan Tingkat Salinitas Air Laut di Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai . Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Tomlinson, P.B. (1986). The Botany Of Mangroves. Cambridge Univ. Press. Winarso, G., dan Purwanto, A.D. (2014). Pendekatan Baru Indeks Kerusakan Mangrove Menggunakan Data P e n gin d e r a a n J a u h . Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh LAPAN 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1076

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License