STUDI AWAL PEMETAAN ZONASI WISATA PANTAI BERDASARKAN DATA ABRASI DAN AKRESI DI PANTAI SAYANGHEULANG DAN SANTOLO KABUPATEN GARUT JAWA BARAT

Thonas Indra Maryanto, Maria Jeane Pea

Abstract


Pantai Sayangheulang di Kecamatan Pameungpeuk dan Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut digunakan dalam berbagai kegiatan untuk penunjang pendapatan masyarakat salah satunya wisata pantai. Fenomena abrasi dan akresi beberapa tahun ini telah terjadi di kedua pantai tersebut. Proses ini akan mempengaruhi aktivitas, khususnya kegiatan pariwisata. Perhitungan luasan abrasi dan akresi yang terjadi dipantai sayangheulang dan santolo, didapatkan dari interpretasi citra landsat 5 tahun 1995, landsat 7 tahun 2003 dan landsat 8 tahun 2016. Metode pengolahan pemisahan darat dan laut pada citra satelit landsat dengan menggunakan metode BILKO, kemudian dilakukan digitasi on screen pada ketiga citra tersebut. Proses digitasi atau deliniasi garis pantai berpedoman pada piksel yang memiliki nilai reflektansi citra, nilai reflektansi untuk objek air adalah 0.997-0.999 yang direpresentasikan warna putih dan untuk darat lebih kecil dari 0.997 yang direpresentasikan dengan warna hitam. Proses digitasi secara konsisten dilakukan dari tengah piksel. Setalah itu, masing-masing garis pantai dioverlaykan satu sama lain, dan dihitung luasan abrasi dan akresinya. Garis pantai yang mundur dari tahun yang terlama (tahun 1995) diinterpretasikan kejadian abrasi, sedangkan garis pantai yang maju sebagai akresi. Validasi dilakukan dengan datang ke lokasi langsung untuk melihat kondisi fisik pantai, tracking garis pantai dan melakukan wawancara dengan penduduk setempat dengan cara pembagian kusioner. Hasil luasan abrasi yang diperolah dari pengolahan citra landsat tahun 1995-2003 sebesar 6.35 Ha dengan laju 0.7 Ha/tahun, tahun 2003-2016 sebesar 12.60 Ha dengan laju 0.9 Ha/tahun. Hasil luasan akresi tahun 1995-2003 sebesar 6.72 Ha dengan laju 0.8 Ha/tahun, tahun 2003-2016 sebesar 1.38 Ha dengan laju 0.1 Ha/tahun Pemetaan zonasi pantai berdasarkan data abrasi dan akresi kemudian digunakan menentukan wilayah mana saja yang masuk zona aman, rehabilitasi dan pemanfaatan.

Keywords


Abrasi, akresi, zonasi wisata pantai

Full Text:

PDF

References


BPLHD (Jawa Barat). (2008). Status Lingkungan Hidup, Laut dan Pesisir. http://dlh.jabarprov.go.id/index.php/layanan/dokumen/kegiatan/slhd/tahun-2008/32-bab-7-pesisir-dan-laut/file [1 Agutus 2018]

Dipsaptono, S. (2011). Sebuah Kumpulan Pemikiran Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim. Direktorat Tata Ruang Laut, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Diposaptono, S. (2013). Membangun Poros Maritim Dunia Dalam Perspektif Tata Ruang Laut. Direktorat Jendral Pengelolaan Ruang Laut. Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Hanifah, N.R., E. Djunarsjah., K. Wikantika. (2004). Reconstruction of Maritim Boundary Between Indonesia and Singapore Using Landsat-ETM Satellite Image. Jakarta: 3rd FIG Regional Conference

Latief, H. (2002). Oseanografi Pantai. Dapertemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral. ITB. Bandung

Maulana, M.MA., Awaludin, M., Amarrohman, F.J (2017). Analisis Pengaruh Perubahan Garis Pantai Terhadap Batas Pengelolaan Wilayah Laut Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Selat Bali. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/view/1816 [1 Agustus 2018]

Mukhtasor. (2007). Pencemaran Pesisir dan Laut. Penerbit PT Pradnya Paramita. Jakarta

Pea, M.J. (2018). Kajian Perubahan Garis Pantai Berdasarkan Interpretasi Citra Satelit Landsat Untuk Perencanaan Tata Ruang Zonasi Pariwisata Studi Kasus Pantai Sayangheulang dan Pantai Santolo Kabupaten Garut Jawa Barat. Tugas Akhir Teknik Geodesi Institut Teknologi Nasional Bandung. Bandung. 65 hlm.

RI (Republik Indonesia). (2007). Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Lembaran Negara RI Tahun 2007, No. 4739. Sekretariat Negara. Jakarta.

Triatmodjo, B. (1999). Teknik Pantai. Beta Offset, Yogyakarta.

Wisayantono, D., Winduparanata, W., Hayatiningsih, I., Indra, T. Sianturi, D.R. (2009). Asosiasi Geografikal Abrasi Pantai terhadap Rasio Lahan Petani di 11 Kecamatan Pesisir-Kabupaten Indramayu. Laporan Teknis Hibah Kompetitif Dikti. ITB. Bandung




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1074

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License