IDENTIFIKASI MEKANISME SESAR DI BAGIAN TIMUR PULAU JAWA DENGAN MENGGUNAKAN DATA GNSS KONTINYU 2010-2016

Henri Kuncoro, Gusti Ayu Jessy Kartini, Irwan Meilano, Susilo Susilo

Abstract


Pulau Jawa terletak tepat di utara zona subduksi jawa yang merupakan zona pertemuan Lempeng Indo-Australia dengan Lempeng Sunda. Beberapa Sesar terbentuk di Pulau Jawa mengakomodasi stress
yang dihasilkan oleh subduksi jawa yang berada di selatan Pulau Jawa. Studi deformasi dengan menggunakan data GNSS telah dilakukan untuk mengestimasi laju geser dari sesar-sesar utama di Pulau Jawa. Koulali dkk (2016) mengestimasi laju geser untuk Sesar Baribis dan Sesar Kendeng sebesar 2.3 – 5.6 mm/tahun dan dinyatakan sebagai sesar-sesar aktif. Pada studi ini, 15 data GNSS kontinyu dari tahun 2010 hingga 2016 di bagian timur Pulau Jawa digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme sesar yang berada di wilayah ini meliputi Sesar Kendeng dan ekstensinya. Data fase GPS dari setiap stasiun GNSS diolah dengan menggunakan GAMIT/GLOBK 10.6 untuk mendapatkan koordinat di dalam sistem koordinat kartesian 3D di dalam kerangka referensi International Terrestrial Reference Frame 2008 (ITRF2008). Sebanyak 15 vektor kecepatan GNSS digunakan untuk menghitung strain rate dan laju geser untuk setiap segmen sesar yang dilalui oleh 3 profil. Ketiga profil tersebut menunjukkan adanya kompresi sebagai akomodasi stress dari subduksi Jawa dan laju geser untuk segmen barat Sesar Kendeng, segmen timur Sesar Kendeng, dan ekstensinya sebesar 1.93 mm/tahun, 0.90 mm/tahun, dan 0.60 mm/tahun secara berurutan dengan mekanisme sesar mengiri. Mekanisme yang sama yang terjadi pada ekstensi Sesar Kendeng menunjukkan adanya potensi sumber gempa yang baru di sekitar Selat Madura. Hal ini merupakan informasi penting untuk mengidentifikasi potensi sumber gempa dari Sesar Kendeng dan ekstensinya mengingat zona dari sesar aktif ini merupakan zona yang berpenduduk cukup padat.

Keywords


sesar kendeng; laju geser; GNSS; mekanisme sesar; jawa timur

Full Text:

PDF

References


Hanifa, N. R., Sagiya, T., Kimata, F., Efendi, J., Abidin, H. Z., & Meilano, I. (2014). Interplate coupling model off the southwestern coast of Java, Indonesia, based on continuous GPS data in 2008 – 2010 . Earth and Planetary Science Letters , 401 , 159–171. doi:10.1016/j.epsl.2014.06.010.

Herring, T. A., King, R. W., & McClusky, S. C. (2015). Introduction to GAMIT/GLOBK 10.6 , Mass. Inst. of Tech., Cambridge.

Koulali, A., McClusky, S., Susilo, S., Leonard, Y., Cummins, P., Tregoning, P., & Wijanarto, A. B. (2017). The kinematics of crustal deformation in Java from GPS observations: Implications for fault slip partitioning . Earth and Planetary Science Letters , 458 , 69-79.

Payne, S. J., McCaffrey, R., King, R.W., & Kattenhorn, S. A. (2012). A new interpretation of deformation r a t e s in t h e S n a k e Riv e r Plain a n d a d j a c e n t b a sin a n d r a n g e r e gio n s b a s e d o n G P S measurements . Geophysical Journal International , doi:10.1111/j.1365-246X.2012.05370.x.

Simons, W. J. F., Socquet, A., Vigny, C., Ambrosius, B. A. C., Abu, S. H., Promthong, C., Subarya, C., Sarsito, D. A., Matheussen, S., Morgan, P. & Spakman, W. (2007). A decade of GPS in Southeast Asia: Resolving Sundaland motion and boundaries. J. Geophys . Res ., 112 , B06420.

Smyth, H. R., Hall, R., & Nichols, G. J. (2008). Cenozoic volcanic Arc history of east Java, Indonesia: The stratigraphic record of eruptions on an active continental margin . Geol. Soc. Am. Spec. Pap. , 436 , 199– 222.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1069

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License