ARAHAN DAN REKOMENDASI PEMANFAATAN LAHAN UNTUK KAWASAN PERMUKIMAN WILAYAH PESISIR KELURAHAN TANJUNG MAS DAN KELURAHAN BANDARHARJO

Valentin Retnowati Christin Zai

Abstract


Wilayah pesisir termasuk dalam konsep wilayah sistem kompleks, memiliki beberapa sistem penyusun meliputi sistem ekologi, sistem sosial dan sistem ekonomi. Penetapan pemanfaatan ruang laut diantaranya untuk kegiatan pelabuhan, penangkapan ikan, budidaya, pariwisata, industri dan permukiman. Kawasan permukiman diperuntukkan untuk tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung bagi peri kehidupan dan penghidupan. Kelurahan Tanjung Mas dan Kelurahan Bandarharjo memiliki permasalahan rawan bencana yang sudah mulai mengganggu aktifitas penduduk. Bencana yang sering terjadi adalah rob, banjir dan abrasi, ketiga bencana ini menjadi hal yang dihindari dalam menentukan kawasan permukiman di wilayah pesisir. Padatnya permasalahan kawasan permukiman wilayah pesisir di Kelurahan Tanjung Mas dan Kelurahan Bandarharjo menyebabkan perencanaan untuk pemanfaatan lahan perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan dan pemanfaatan lahan untuk kawasan permukiman wilayah pesisir Kelurahan Tanjung Mas dan Kelurahan Bandarharjo. Berdasarkan analisis daya dukung lahan dan daya dukung permukiman maka akan diketahui kesesuaian daya dukung lahan permukiman di wilayah tersebut, jumlah penduduk yang diperkenankan bermukim atau membangun rumah dan mengetahui potensi bencana yang berpengaruh terhadap penentuan lahan yang layak untuk kawasan permukiman. Berdasarkan hasil analisis, daya dukung lahan di Kelurahan Tanjung Mas dan Bandarharjo untuk peruntukan kawasan Budidaya. Berdasarkan ketentuan daya dukung lahan untuk permukiman maka DDPm Kelurahan Tanjung Mas termasuk dalam kategori DDP<1, menunjukkan wilayah tidak mampu menampung penduduk untuk bermukim dalam wilayah tersebut. Untuk DDPm Kelurahan Bandarharjo termasuk dalam kategori DDP>1, menunjukkan wilayah mampu menampung penduduk untuk bermukim. Berdasarkan hasil akhirnya maka didapatkan sebuah arahan yaitu Kelurahan Tanjung Mas untuk kawasan peruntukan perindustrian, pariwisata dan perdagangan dan jasa sementara Kelurahan Bandarharjo dapat diarahkan menjadi kawasan permukiman, perindustrian dan perdagangan dan jasa.

Keywords


Kawasan permukiman; wilayah pesisir; daya dukung lahan; daya dukung permukiman

Full Text:

PDF

References


BPS Kota Semarang. (2016). Kecamatan Semarang Utara Dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik Kota Semarang. Semarang.

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan. (2002). Pedoman Umum Penataan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Nomor: KEP.34/MEN/2002. Menteri Kelautan dan Perikanan. Jakarta.

Keputusan Presiden Republik Indonesia. (1990). Pengelolaan Kawasan Lindung. No. 32 Tahun 1990. Presiden Republik Indonesia. Jakarta.

Muta’ali. (2015). Teknik Analisis Regional Untuk Perencanaan Wilayah, Tata Ruang dan Lingkungan. Badan Penerbit Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Peraturan Daerah Kota Semarang. (2011). Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031. Peraturan Daerah Nomor: 14 tahun 2011. Gubernur Jawa Tengah. Semarang.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum. (2008). Pedoman Kriteria Teknis Kawasan Budidaya. No.41/PRT/M/2007. Menteri Pekerjaan Umum. Jakarta.

Peraturan Pemerintah. (1999). Kawasan Siap Bangun dan Lingkungan Siap Bangun yang Berdiri Sendiri. Peraturan Pemerintah Nomor: 80 tahun 1999. Presiden Republik Indonesia. Jakarta.

RI (Republik Indonesia). (2007). Undang-Undang No.27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Lembaran Negara RI Tahun 2012. Sekretariat Negara. Jakarta.

Rustiadi, Saefulhakim & Panuju. (2009). Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Crestpent Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta.

Standar Nasional Indonesia. (2004). Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. SNI 03-1733-2004. Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1066

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License