PEMETAAN KONDISI LINGKUNGAN BENTIK DENGAN CITRA SENTINEL-2 DI PULAU PANJANG, KABUPATEN SERANG

Muhammad Daud, Muhamad Iqbal Januadi Putra

Abstract


Bentik merupakan habitat yang penting karena perannya sebagai tempat berlangsungnya berbagai siklus nutrien, tempat mencari makan, dan berkembang biak berbagai macam biota laut. Maka dari itu, pemantauan kondisi lingkungan bentik merupakan hal yang penting untuk dilakukan sebagai langkah menjaga kelestariannya. Penelitian ini dilakukan untuk memetakan kondisi lingkungan bentik di Pulau Panjang menggunakan data Sentinel 2. Data Sentinel 2 diproses menggunakan metode pengembangan Lyzenga kemudian diklasifikasikanan menggunakan metode Maximum Likelihoods dan dibandingkan dengan data di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa lingkungan bentik di Pulau Panjang secara umum masih didominasi oleh adanya tutupan komunitas lamun dengan luasan 46,3 ha, terumbu karang dengan luasan 63,62 ha, dan pasir dengan luasan 35,36 ha.

Keywords


lingkungan bentik, lyzenga, sentinel 2

Full Text:

PDF

References


Chen, C. F., Lau, V. K., Chang, N. B., Son, N. T., & Chiang, S. H. (2016). Multi-temporal change detection of seagrass beds using integrated Landsat TM/ETM+/OLI imageries in Cam Ranh Bay, Vietnam. Ecological informatics, 35, 43-54.

Environmental Protection Autorithy (EPA). (2016). Environmental Factors Guidelines: Benthic Communities and Habitats. EPA: Western Australia.

European Space Agency (ESA). (2012). Sentinel-2: ESA’s Optical High-Resolution Mission for GMES Operational Services. ESA Communication: Netherland

Hafizt, M., M. D. M. Manessa., N. S. Adi., B. Prayudha. (2017). Benthic Habitat Mapping by Combining Lyzenga’s Optical Model and Relative Water Depth Model in Lintea Island, Southeast Sulawesi. Earth and Environmental Sciences (98)

Hernawan, E. U., Sjafrie, N. D. M., Supriyadi, I. H., Suyarso., Iswari, M. Y., Anggraini, K. & Rahmat. (2017). Status padang lamun indonesia 2017. Jakarta: Puslit Oseanografi LIPI.

Kiswara, W. (1994). Dampak Perluasan Kawasan Industri Terhadap Luas Penutupan Padang Lamun di Teluk Banten, Jawa Barat. Seminar Nasional Dampak Pembangunan Terhadap Wilayah Pesisir (pp. 2-3).

Congedo, L. (2016). Semi-automatic classification plugin documentation. Release, 4(0.1), 29.

Lyzenga D. R. 1978 Passive remote sensing techniques for mapping water depth and bottom features. Appl. Opt. 17 379–83

Manessa, Masita Dwi Mandini., Ariyo Kanno., Masahiko Sekine., Eghbert Elvan Ampou., Nuryani Widagti., Rahman Assyakur. (2014). Shallow-Water Benthic Identification Using Multispectral Satellite Imagery: Investigation on the Effects of Improving Noise Correction Method and Spectral Cover. Remote Sensing 6 (5): 4454-4472

Nicolas, D., Le Loc'h, F., Desaunay, Y., Hamon, D., Blanchet, A., & Le Pape, O. (2007). Relationships between benthic macrofauna and habitat suitability for juvenile common sole (Solea solea, L.) in the Vilaine estuary (Bay of Biscay, France) nursery ground. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 73(3-4), 639-650.

Philips, R. C., & Menez, E. G. (1988). Seagrasses.

Sakaruddin, Muhammad Ismail (2011). Komposisi jenis, kerapatan, persen penutupan dan luas penutupan lamun di perairan Pulau Panjang tahun 1990-2010. Skripsi Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor. 71 halaman

Van der Meer, F. D., Van der Werff, H. M. A., & Van Ruitenbeek, F. J. A. (2014). Potential of ESA's Sentinel-2 for geological applications. Remote sensing of environment, 148, 124-133.

Wicaksono, Pramaditya. (2014). The Use of Image Rotations on Multispectralbased Benthic Habitats Mapping. 12th Biennial Conference of Pan Ocean Remote Sensing Conference




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1060

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License