PENENTUAN DAERAH POTENSIAL BUDIDAYA RUMPUT LAUT KAPPAPHYCUS ALVAREZII DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Marianus Filipe Logo, N M. R. R. Cahya Perbani, Bayu Priyono

Abstract


Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan penghasil rumput laut kappaphycus alvarezii kedua terbesar di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (2016). Oleh karena itu diperlukan zonasi daerah potensial budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii untuk pengembangan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah yang potensial untuk budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii di Provinsi NTT berdasarkan parameter sea surface temperature (SST), salinitas, kedalaman, arus, dissolved oxygen (DO), nitrat, fosfat, klorofil-a, dan muara sungai. Penentuan kesesuaian lokasi budidaya dilakukan dengan memberikan bobot dan skor bagi setiap parameter untuk budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii menggunakan sistem informasi geografis melalui overlay peta tematik setiap parameter. Dari penelitian ini diperoleh bahwa kadar nitrat, arus, kedalaman, dan lokasi muara sungai menjadi parameter penentu utama. Jarak maksimum dari bibir pantai adalah sekitar 10 km. Potensial budidaya rumput laut kappaphycus alvarezii ditemukan di Pulau Flores bagian barat, kepulauan di Kabupaten Flores Timur dan Alor, selatan Pulau Sumba, Pulau Rote, dan Teluk Kupang.

Keywords


kappaphycus alvarezii, potensi budidaya rumput laut, sistem informasi geografis

Full Text:

PDF

References


Antara NTT. (2017). Produksi Rumput Laut Capai 630.000 Ton. Cited in https://kupang.antaranews.com/berita/4135/produksi-rumput-laut-capai-630000-ton. [13 Maret 2018].

Bowditch, N. (1995). The American Practical Navigator, an Epitome of Navigation. National Imagery and Mapping Agency Bethesda, Maryland. Halaman: 767.

BPPT. (2010). Eksistensi Rumput Laut Indonesia. Cited in https://www.bppt.go.id/profil/organisasi/deputi-tab/36-berita-bppt-3/berita-teknologi-sumberdaya-alam-kebencanaan/390-eksistensi-rumput-laut-indonesia. [10 Maret 2018].

BPS. (2016). Produksi Rumput Laut Menurut Kabupaten Kota di Provinsi NTT. Cited in https://ntt.bps.go.id/dynamictable/2018/02/09/629/ produksi-rumput-laut-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-nusa-tenggara-timur-2011-2016.html. [31 Juli 2018].

DJPB KKP. (2014). Mewujudkan Kedaulan Rumput Laut Nasional. Cited in http://www.djpb.kkp.go.id/arsip/c/272/MEWUJUDKAN KEDAULATAN- RUMPUT-LAUT-NASIONAL/?category_id=13. [10 Maret 2018].

Eidman, M., Koesoebiono. (1998). Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. PT. Gramedia. Jakarta.

FAO. (2016). The State of World Fisheries and Aquaculture 2016. Cited in www.fao.org. [5 April 2018]

Hasnawi, Makmur, Paena M., Mustafa A. (2013). Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut (Kappaphycus Alvarezii) di Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Riset Akuakultur Vol. 8 No. 3, halaman: 493 – 505.

Juanich, G. L. (1988). Manual On Seaweed Farming Eucheuma Spp. Cited in http://www.fao.org/docrep/field /003/AC416E/ AC416E00.htm#TOC. [15 Maret 2018].

Nybakken, J.W. (1998). Marine Biology: An Ecological Approach. 3rd Ed. Harper Collins College Publishers.

Odum, E.P. (1971). Fundamental of Ecology. W.B. Saunder Com. Philadelphia. Halaman: 125.

Parenrengi, A., Sulaeman. (2007). Mengenal Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii. Media Akuakultur Vol. 2 No. 1, halaman: 143.

Pariwono, J.I. (1989). Kondisi pasang - surut di Indonesia. In: pasang surut, Asean Australia Cooperative Programs on Marine Science. Project: Tides and Tidal Phenomena (ONGKOSONGO, S. R. dan SUYARSO eds.) puslitbang Oseanologi - LIPI: 135 -147

Prasetya, A.S., Sukojo B.M., Handayani H.H. (2013). Analisa Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut dengan Parameter Fisika maupun Kimia menggunakan Citra Terra Modis di Daerah Selat Madura. Surabaya: ITS. Halaman: 3-5.

Radiarta, I N., Erlania. (2015). Analisis Kesesuaian Lahan Budidaya Rumput Laut di Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Halaman: 684 – 687.

Rampengan, Royke M. (2007). Pengaruh Pasang Surut Pada Pergerakan Arus Permukaan di Teluk Manado. Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 3, halaman: 15 – 19.

Republika. (2017). Produksi Rumput Laut NTT Capai 630 Ribu Ton. Cited in http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/ daerah/17/ 08/ 19/ouwrx8414 produksi-rumput-laut-ntt-capai-630000-ton. [13 Maret 2018].

Risamasu, F.J.L., H.B. Prayitno. (2011). Kajian Zat Hara Fosfat, Nitrit, Nitrat dan Silikat di Perairan Kepulauan Matasiri, Kalimantan Selatan. Ilmu Kelautan.

Seitzinger, S. P. (1988). Denitrification in freshwater and marine coastal ecosystems: Ecological and geochemical significance. Limnol. Oceanogr. 33(4, Part 2): 702-724.

Selamat, M.B. (2002). Sistem Informasi Geografis. Ilmu Kelautan UNHAS. Halaman: 38 – 40.

Suniada, K.I., Realino B., Indriyawan M.W. (2012). Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh untuk Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut di Desa Kaliuda Kec. Pahungalodu, Kab. Sumba Timur-NTT. Jurnal ECHOTROPIC Vol. 7 No. 1, halaman: 18-1

Supangat, A., Susanna. (2003). Pengantar Oseanografi. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan.

Suparmi, Sahri, A. (2009) Mengenal Potensi Runput Laut: Kajian Pemanfaatan Sumber Daya Rumput Laut dari Aspek Industri dan Kesehatan. Sultan Agung Vol. XLIV No. 118, halaman: 110.

WWF-Indonesia. (2014). Better Management Practices (BMP) Budidaya Rumput Laut Jenis Kotoni (Kappaphycus alvarezii), Sacol (Kappaphycus striatum), dan Spinosum (Eucheuma denticulatum). Jakarta: WWF-Indonesia. Halaman: 10-11.

WWF-Indonesia.(2014). Seluk Beluk Budi Daya Rumput Laut di Indonesia. Cited in http:// www. wwf.or.id/ruang pers berita fakta/seluk-beluk-budidaya-rumput-laut-di-indonesia. [2 mei 2018].

Yudhanto, A., Wijaya A.P., Sukmono A. (2016). Analisis Penentuan Lokasi Budidaya Rumput Laut Eucheuma Cotonii Menggunakan Citra Landsat 8 di Perairan Laut Demak. Jurnal Geodesi Undip, Vol. 5 No. 3, halaman: 30-35.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1059

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License