PEMETAAN DAN ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SEBAGIAN PESISIR BARAT LOMBOK BARAT MENGGUNAKAN NORMALIZED DIFFERENCE WATER INDEX PADA CITRA LANDSAT

Karunia Pasya Kusumawardani, Zulfian Isnaini Cahya, Wahyu Hendardi Giri Ananto, Galuh Hayun Mustika Asri

Abstract


Pesisir Kabupaten Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram merupakan wilayah rawan bencana dan perubahan garis pantai. Dalam 10 tahun terakhir telah terjadi abrasi sehingga pada tahun 2007 dibangun tanggul pemecah gelombang di sebagian pesisir Ampenan. Abrasi semakin parah terjadi pada dua tahun terkahir yaitu tahun 2017 dan 2018. Abrasi pantai terjadi di sepanjang Pantai Ampenan seperti di Kelurahan Bintaro sampai Mapak Indah (Radar Lombok, 2017). Penelitian bertujuan untuk memetakan garis pantai dan menganalisis perubahan garis pantai di sebagian pesisir Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. Data yang digunakan adalah data citra multitemporal yaitu citra Landsat 7 ETM+ tahun 2003 dan citra Landsat 8 OLI tahun 2018. Metode yang digunakan untuk memetakan garis pantai adalah transformasi indeks yaitu Normalized Difference Water Index (NDWI) dan filter highpass. Algoritma NDWI dapat digunakan untuk mengidentifikasi tubuh air. Transformasi NDWI pada penelitian digunakan untuk membedakan wilayah daratan dan perairan. Algoritma NDWI melibatkan band hijau dan band inframerah dekat yaitu dengan rumus NDWI = Green-NIR/Green+NIR. Pengujian model dilakukan dengan citra resolusi tinggi yaitu citra Planet dengan resolusi 3 meter. Output terdiri atas peta garis pantai tahun 2003 dan 2018 dengan skala 1: 125.000. Hasil pengujian peta garis pantai dengan citra resolusi tinggi menghasilkan nilai mean sebesar 14.972 m dengan standar deviasi sebesar 5.106 m. Perubahan garis pantai di sebagian pesisir Lombok Barat disebabkan karena adanya abrasi oleh kecepatan arus yang tinggi dan durasinya yang lama serta akresi yang disebabkan sedimentasi material dari 7 sungai di wilayah Ampenan Tengah, Ampenan Selatan, Loang Baloq, Labu Api, dan Gerung.

Keywords


NDWI, abrasi, akresi, landsat

Full Text:

PDF

References


Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Jauh Digital. Penerbit Andi.

Dinas PU Kota Mataram. (2001). Peta Rencana Tata Guna Lahan Kota Mataram, Proyek Penyusunan RTRW dan Sosialisasi Tata Ruang Kota Mataram. Dinas PU Mataram. Kota Mataram

McFeeters, S. (2013). Using the Normalized Difference Water Index (NDWI) within Remote Sensing. Remote Sensing, 5(3544–3661).

Radar Lombok. (2017). Abrasi pesisisir Ampenan Semakin Parah. Berita online. Surat Kabar Radar, Lombok. Cited in https://radarlombok.co.id/abrasi-pesisir-Ampenan-makin-parah.html. [2 Agustus 2018].

Republika. (2018). Banjir Rob, Sejumlah Warga di Lombok Barat Dievakuasi. Berita online. Surat Kabar Republika, Jakarta. Cited in https://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/07/25/pcf64k370-banjir-rob-sejumlah-warga-di-lombok-barat-dievakuasi. [3 Agustus 2018].

Suhardi, I. (2002). Pengkajian dan Penerapan Sedimen Sel di Indonesia serta Aplikasinya dalam Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir.Prosiding Forum Teknologi Konservasi dan Rehabilitasi Pesisir. Graha Sucofindo. Jakarta.

Tawas, Jasin, dan Mamoto. (2013). Perencanaan Jetty di Muara Sungai Ranoyapo Amurang. Jurnal Sipil Statik, 6.

Widiyanti, B. L. (2015). Analisis Potensi Energi Arus Laut di Pantai Ampenan, Kota Mataram, NTB. Prosiding Seminar Nasional ReTII Ke 10. Volume 10. STTNAS. Yogyakarta.

Xu, H. (2006). Modification of Normalised Difference Water Index (NDWI) to Enhance Open Water Features in Remotely Sensed Imagery. International Journal of Remote Sensing, 27.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1057

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License