ANTISIPASI FENOMENA PERUBAHAN IKLIM MELALUI PENATAAN KAWASAN RENDAH KARBON (Studi Kasus: Kabupaten Semarang)

Ruhyana Aditiya Sudrajat, Erisya Rosana Dwi, Iredo Bettie Puspita

Abstract


Seiring dengan terjadinya dinamika demografi, perubahan guna lahan terus terjadi. Hal ini menyebakan berkurangnya lahan non-terbangun yang didominasi oleh kawasan lindung yang kemudian mengakibatkan pelepasan karbon ke atmosfer dan membentuk fenomena gas rumah kaca. Fenomena ini terus berkembang sehingga mengakibatkan pemanasan global. Pemanasan yang terus menerus akan dapat meningkatkan temperatur kawasan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya fenomena perubahan iklim yang dapat berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka diperlukan pemanfaatan ruang yang rendah emisi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dengan mengambil kasus Kabupaten Semarang, penelitian ini akan melakukan proses antipasi fenomena perubahan iklim melalui analisis perhitungan cadangan karbon. Analisis tersebut terbagi menjadi dua pendekatan. Skenario backward looking adalah skenario perhitungan cadangan karbon berdasarkan proyeksi data historis sehingga membentuk pola tanpa intervensi (bussiness as usual), sedangkan skenario forward looking adalah skenario yang memperhatikan kebijakan pembangunan di masa yang akan datang. Perhitungan cadangan karbon dilakukan dengan menggunakan metode perhitungan stock difference, yaitu menghitung perbedaan ketersediaan cadangan karbon dari suatu guna lahan pada suatu selang waktu. Perubahan cadangan karbon dari kedua skenario tersebut akan diperbandingkan dan dipilih berdasarkan nilai perubahan cadangan karbon yang terkecil atau yang memberikan nilai sekuestrasi yang lebih besar. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa skenario forward looking memberikan nilai sekuestrasi yang lebih besar. Hal ini berarti bahwa perwujudan rencana pola ruang RTRW Kabupaten Semarang 2011-2031 dapat digunakan untuk mengantisipasi fenomena perubahan iklim di Kabupaten Semarang

Keywords


perubahan iklim,rendah karbon, perubahan guna lahan

Full Text:

PDF

References


Agus, F., Santosa, I., Dewi, S., Setyanto, P., Thamrin, S., Wulan, Y. C., & Suryaningrum, F. (2013). Pedoman Teknis Perhitungan Baseline Emisi dan Serapan Gas Rumah Kaca Sektor Berbasis Lahan: Buku I Landasan Ilmiah. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Republik Indonesia.

Ahmed, B., Ahmed, R., & Zhu, X. (2013). Evaluation of Model Validation Techniques in Land Cover Dynamics. ISPRS International Journal of Geo-Information, 2(3), 577.

Luber, G., & McGeehin, M. (2008). Climate Change and Extreme Heat Events. Am J Prev Med Volume 35 No 5, 429-435.

Murthi. (2011). Validitas dan Realibilitas Pengukuran. Universitas Sebelas Maret. Solo: s.n.

Ridwan, F., Ardiansyah, M., & Gandasasmita, K. (2017). Pemodelan Perubahan Penutupan/Penggunaan Lahan Dengan Pendekatan Artificial Neural Network Dan Logistic Regression (Studi Kasus: Das Citarum, Jawa Barat). Buletin Tanah dan Lahan, 1, 30-36.

Roggema, R. (2009). Adaptation to Climate Change: A Spatial Challange. Netherland: Springer Netherland

Sugandhy, A. (1999). Penataan Ruang dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Provinsi Jawa Tengah. (2012). Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 43 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010-2020. Semarang: Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Tengah.

IPCC (The Intergovernmental Panel on Climate Chage IPCC). (2007). Climate Channge 2007: The Physical Science Basis. The Fourth Edition. New York: Cambridge University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1050

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License