ANALISIS SPASIAL WILAYAH RAWAN LONGSOR DAN HUBUNGANNYA DENGAN TUTUPAN VEGETASI DI KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN (Studi Kasus: Kecamatan Aranio)

Muhammad Chaidir Harist, Nurul Sri Rahatiningtyas, Mega Adeanti

Abstract


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejak tahun 2017 awal tahun 4 Desember 2017 sebanyak 577 kejadian longsor di Indonesia. Tanah longsor juga menimpa salah satu kecamatan yang ada yaitu di Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang menyebabkan kerugian material. Banyak faktor yang dapat menyebabkan tanah longsor seperti topografi, penggunaan lahan, dan kerapatan vegetasi. Pembangunan untuk pemukiman dan sektor pertanian di daerah lereng yang curam dapat memicu potensi longsor. Vegetasi memainkan peran penting untuk mencegah terjadinya longsor. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi insiden korban jiwa dan kerugian material lebih banyak di Kecamatan Aranio, perlu dilakukan penelitian untuk memperoleh potensi daerah longsor. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi potensi longsor menggunakan metode Slope and Morphology (SMORPH) dengan menerapkan morfologi lereng dan sudut / gradien menggunakan ArcGIS 10.1, sedangkan untuk kerapatan vegetasi citra Landsat 8 menggunakan metode NDVI. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa daerah potensial longsor tersebar merata di selatan, tengah, dan utara Kecamatan Aranio yang mendominasi di selatan tepatnya di Tiwingan Lama dan Desa Aranio. Ada hubungan antara kerapatan vegetasi dan tingkat potensi longsor sebesar 14%. Vegetasi yang lebih padat dengan batang tanaman besar dan akar yang kuat, memiliki potensi longsor lebih rendah, dan sebaliknya. Kerapatan vegetasi tanaman tertentu dapat menjadi salah satu solusi untuk mencegah insiden korban dan kerugian material oleh tanah longsor.

Keywords


SMORPH, potensi longsor, vegetasi, Kecamatan Aranio

Full Text:

PDF

References


BAPPELITBANG, (2015). PROFIL INVESTASI KABUPATEN BANJAR 2015. Cited in http://bappelitbang.banjarkab.go.id/banjar/?site=map_longsor. [2015].

Bednarik, M., Yilmaz, I., & Marschalko, M. (2012). Landslide hazard and risk assessment: a case study from the Hlohovec–Sered’ landslide area in south-west Slovakia. Natural Hazards, 64(1), 547–575.

Bermana, I. (2006). Klasifikasi Geomorfologi Untuk Pemetaan Geologi yang Telah Dibakukan. Bulletin of Scientific Contribution, 4, 161–173.

Gani, A. (2017). Tiwingan Lama Longsor. BANJARMASINPOST.CO.ID. Cited in http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/06/19/tiwingan-lama-longsor. [19 Juni 2017].

Ganie, M., & Nusrath, D. A. (2016). Determining the Vegetation Indices (NDVI) from Landsat 8 Satellite Data. International Journal of Advanced Research, 4(8), 1459–1463.

Hardiatmo, H.C. 2012. Tanah Longsor dan Erosi. Kejadian dan Penanganan. Gadjah Mada University Press.

Purwanto, A. (2015). Pemanfaatan Citra Landsat 8 Untuk Identifikasi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) Di Kecamatan Silat Hilir Kabupaten Kapuas Hulu. Edukasi, 13(1), 27–36.

Putra, E. H. (2014). Landslide Hazard Area Identification Using Smorph - Slope Morphology Method In Manado City. Jurnal Wasian, 1(1), 1–7.

Riyanto, H. (2016). Rekayasa vegetatif untuk mengurangi risiko longsor. Balai Penelitiandan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Souisa, M., Hendrajaya, L., & Handayani, G. (2016). Landslide hazard and risk assessment for Ambon city using landslide inventory and geographic information system. Journal of Physics: Conference Series, 739(1).

Wang, J., & Peng, X. guo. (2009). GIS-based landslide hazard zonation model and its application. Procedia Earth and Planetary Science, 1(1), 1198–1204.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1045

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License