DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KETERSEDIAN AIR DAS GARANG PROVINSI JAWA TENGAH

Muhammad Arief Setiawan, Ali Masduqi

Abstract


Laju pertumbuhan penduduk terjadi peningkatan setiap tahunnya. Hal Tersebut terjadi karena adanya urbanisasi dan migrasi, sehingga kebutuhan sandang, pangan dan papan meningkat, dan berdampak pada ketersedian air bersih, dimana sumber mata air dan air tanah semakin terbatas. Sumber daya air memiliki tren yang sama, terjadi penurunan kualitas maupun ketersediaannya pada air permukaan dan air tanah. Analisis daya dukung ketersedian air menggunakan analisis supply and demand, kemudian memberikan penilaian setiap batasan yang terlampaui. Hasil pengolahan data diperoleh penilaian bila SA (supply) > DA (demand), daya dukung dinyatakan surplus, sedangkan SA < DA, daya dukung dinyatakan defisit atau terlampaui. Daya dukung ketersedian air DAS Garang dalam kondisi defisit (<1) pada semua segmen.

Keywords


Daya Dukung, DAS Garang, Supply, Demand

Full Text:

PDF

References


Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah.(2016).Penyusunan Kajian Daya Dukung Garang.Laporan Akhir. Kota Semarang

Badan Pusat Statistika Kota Semarang.(2016).Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2016. BPS. Semarang.

Brontowiyono,Widodo.(2016).KLHS Untuk RTRW Dengan Pendekatan Daya Dukung Lingkungan.Yogyakarta.

Hardjosuprapto,Moh Masduki.(1998). Drainase Perkotaan. Departemen PU Kanwil Provinsi Jawa Barat,Bandung.

KLH.(2014).Pedoman Penentuan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup. KemenLH. Jakarta.

Kodoatie, R.J., dan Sugiyanto.(2002). Banjir–Beberapa Penyebab dan Metode Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan, Cetakan I, Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Marlena,Bekti.(2012).Kajian Pengelolaal DAS Garang Untuk Memenuhi Kualitas Air Sesuai Dengan Peruntukkanya.Program Studi Ilmu Lingkungan,Universitas Diponegoro.

Muta’ali, Lutfi,(2012).Daya Dukung Lingkungan Untuk Perencanaan Pengembangan Wilayah. Universitas Gajah Mada,Badan Penerbit Fakultas Geografi.

Notohadiprawirto.(1987). Tanah, Tata Guna Lahan dan Tata Ruangan Dalam Analisis Dampak Lingkungan. Universitas Gajah Mada Press,Yogyakarta.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup. (2009).Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 tahun 2009 mengenai Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah.KLHK.Jakarta.

Peraturan Daerah Kabupaten Kendal.(2011).Peraturan Daerah Kabupaten Kendal No 20 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kendal Tahun 2011-2031.Sekretaris Daerah.Kendal.

Peraturan Daerah Kota Semarang.(2011).Peraturan Daerah Kota Semarang No 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031.Sekretaris Daerah.Semarang.

Peraturan Daerah Kabupaten Semarang.(2011).Peraturan Daerah Kabupaten Semarang No 11 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Semarang Tahun 2011-2031. Sekretaris Daerah.Ungaran.

Peraturan Gubernur Jawa Tengah. (2010).Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 156 Tahun 2010 tentang peruntukan air dan pengelolaan kualitas air Sungai Garang. Gubenur Jawa Tengah.Semarang.

Republik Indonesia.(2009).Undang-Undang No 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekretariar Negara.Jakarta.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup.(2009). Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 tahun 2009 mengenai Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah.KLHK. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1044

Article Metrics

Abstract view : 20 times
PDF - 11 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License