PENENTUAN SAMPLING EKOSISTEM RIKHUS VEKTORA BERDASAR DATA SATELIT REMOTE SENSING DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Jaka Suryanta, Irmadi Nahib, Nursugi Nursugi, Ristyanto Ristyanto

Abstract


Di indikasikan sebaran endemik DBD dan penyakit vilariosis masih tersebar di seluruh Indonesia. Penderita akibat gigitan nyamuk dan kencing tikus ini banyak menjadi korban hingga meninggal terutama saat peralihan musim. Bagaimana mengetahui sebaran serangga dan hewan yang habitatnya di lingkungan hutan, rawa, permukiman dan pantai ini. Indonesia cukup luas sehingga untuk mengetahui persebaran habitatnya dilakukan sampling dengan bantuan Sistem informasi geografis dan Remote Sensing. Tujuan Penelitian ini adalah mengkaji ketelitian sampling pada limabelas provinsi yang menjadi daerah pilihan. Metode yang dipakai adalah buffer, overlay, dan interpretasi objek yang diduga sebagai ekosistemnya. Data yang dipakai adalah Peta administrasi, land system, peta penutup lahan, Peta RBI, citra satelit Spot. Hasil penelitian dari 270 titik sampling menunjukkkan 75 % hasilnya cukup baik sesuai kriteria yang ditentukan dan dapat mewakili habitat yang dituju. Metode ini dapat membantu Badan Litbang kesehatan dalam melakukan penelitian terutama penentuan habitat Rikus vektora.

Keywords


Rikhus vektora, GIS, RS, habitat

Full Text:

PDF

References


Asmadi, A., Amin, A. A., Budiarti, S., & Raimadoya, M. A. (2011). Kajian Parameter Keberadaan Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Menggunakan Dukungan Penginderaan Jauh (Remote Sensing) Di Kota Pontianak. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 1(1), 16.

Departemen Kesehatan, R. I. (2002). Pedoman survei entomologi demam berdarah dengue. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.

Elyazar, I. R., Sinka, M. E., Gething, P. W., Tarmidzi, S. N., Surya, A., Kusriastuti, R., ... & Bangs, M. J. (2013). The distribution and bionomics of Anopheles malaria vector mosquitoes in Indonesia. In Advances in parasitology (Vol. 83, pp. 173-266). Academic Press.

Hasyim, H., Camelia, A., & Fajar, N. A. (2014). Determinan kejadian malaria di wilayah endemis. Kesmas: National Public Health Journal, 291-294.

Ikawati, B., Sulistiyani, S., & Nurjazuli, N. (2009). Analisis Karakteristik Lingkungan Pada Kejadian Leptospirosis di Kabupaten Demak Jawa Tengah Tahun 2009. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 8(2), 39-46.

Indriani, C., Fuad, A., & Kusnanto, H. (2011). Pola Spasial-Temporal Epidemi Demam Chikungunya dan Demam Berdarah Dengue di Kota Yogyakarta Tahun 2008. Berita Kedokteran Masyarakat, 27(1), 41.

Mahdalena, V., & Ni’mah, T. (2016). Ekologi Nyamuk Anopheles spp. Di Kecamatan Lengkiti, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan Tahun 2004-2015.SPIRAKEL, 8(2), 27-36.

Marpaung, F. (2006). Penyusunan Model Spasial untuk Memprediksi Penyebaran Malaria (Studi Kasus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat).

Nuhung, H., & Danoedoro, P. (2010). Pemodelan spasial zona kerentanan kecacingan jenis STH (Soil Transmitted Helminth) berbasis data penginderaan jauh (Citra worldview-1) dan sistem informasi geografis (SIG): Studi di sebagian Kota Pagatan Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah bumbu Propinsi Kalimantan Selatan (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).

Ren, Z., Wang, D., Hwang, J., Bennett, A., Sturrock, H. J., Ma, A., ... & Wang, J. (2015). Spatial-temporal variation and primary ecological drivers of Anopheles sinensis human biting rates in malaria epidemic-prone regions of China. PLoS One, 10(1), e0116932.

Sudomo, M., & Pretty, M. D. (2007). Pemberantasan schistosomiasis di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 35(1 Mar).

Suwito, A. (2007). Keanekaragaman Jenis Nyamuk (Diptera: Culicidae) yang dikoleksi dari Tunggul Bambu di Taman Nasional Gn. Gedepangrango dan Taman Nasional Gn. Halimun. Zoo Indonesia, 16(1).




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1038

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License