ANALISIS BANJIR BANDANG DI DAS GLONDONG, BANYUWANGI (Suatu pembelajaran dari perhitungan kerugian)

Irfan Budi Pramono, Endang Savitri

Abstract


Tersumbatnya aliran sungai karena terjadinya longsor di wilayah hulu menyebabkan terjadinya banjir bandang. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui penyebab banjir bandang di DAS Glondong serta mengetahui besarnya kerugian yang dapat ditekan apabila bencana yang terjadi dapat dihindari melalui mitigasi bencana. Metode yang digunakan adalah teknik mitigasi bencana banjir dan longsor yang dikembangkan oleh Paimin et al. (2009). Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan peta RBI, penutupan lahan, batas DAS, dan data hujan. Banjir bandang di DAS Glondong diduga akibat adanya longsoran yang terjadi pada daerah hulu. Data hujan yang dikeluarkan oleh BMKG dari stasiun Rogojampi (sekitar 8 km dari Singojuruh) 3 (tiga) hari sebelum tanggal 21 Juni masing-masing sebesar 42, 19, dan 36 mm. Dengan hujan sebesar itu sebetulnya tidak akan menyebabkan banjir bandang jika tidak ada bendung alami yang jebol. Longsor di hulu DAS Glondong sudah terdeteksi dari Google Earth sejak Juli 2015 dan mencapai puncak longsor pada bulan Nopember 2017. Banjir bandang di Banyuwangi diperkirakan menyebabkan kerugian sebesar Rp. 5 miliar (Saksono, 2018), dengan perincian 1.721 hektar lahan pertanian rusak dan 328 rumah rusak. Biaya untuk mendeteksi bencana banjir bandang relatif cukup murah yaitu dengan cara mendeteksi melalui citra penginderaan jauh (Google Earth) dan memantau aliran sungai serta melakukan identifikasi keberadaan bendung alami. Pencegahan banjir bandang dapat dilakukan dengan mengurangi volume banjir atau menjaga agar tidak terjadi pembendungan. Biaya yang dikeluarkan untuk mendeteksi dini ancaman banjir bandang sangat murah. Instansi yang berwenang dapat mengakses citra google Earth terbaru secara periodic sedangkan masyarakat diberikan penyuluhan tentang tanda-tanda akan terjadinya banjir bandang.

Keywords


banjir bandang, longsor, bendung alami

Full Text:

PDF

References


Adi, S. (2013). Karakterisasi Bencana Banjir Bandang di Indonesia. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 15(1), 42–51.

Artiani, L. . (2011). Dampak Ekonomi Makro Bencana : Interaksi Bencana dan Pembangunan Ekonomi Nasional. In Seminar Nasional Informatika 2011 (pp. 67–74). Yogyakarta, Indonesia.

Dutta, D., Herath, S., & Musiake, K. (2003). A mathematical model for flood loss estimation. Journal of Hydrology, 277(1–2), 24–49. https://doi.org/10.1016/S0022-1694(03)00084-2

Elmoustafa, A. M., & Mohamed, M. M. (2013). Flash Flood Risk Assessment Using Morphological Parameters in Sinai Peninsula. Open Journal of Modern Hydrology, 3, 122–129. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.4236/ojmh.2013.33016

Gruntfest, E., & Handmer, J. (2001). Dealing with flash floods:contemporary issues and future possibilities. In E. Gruntfest & J. Handmer (Eds.), Coping with Flash Floods (pp. 3–10). Dordrecht, the Netherlands: Kluwer Academic Publishers.

Lucía, A., Comiti, F., Borga, M., Cavalli, M., & Marchi, L. (2015). Dynamics of large wood during a flash flood in two mountain catchments. Natural Hazards and Earth System Sciences Discuss, 3, 1643–1680. https://doi.org/10.5194/nhessd-3-1643-2015

Montz, B. E., & Gruntfest, E. (2002). Flash flood mitigation: recommendations for research and applications. Global Environmental Change Part B: Environmental Hazards, 4(1), 15–22. https://doi.org/10.1016/S1464-2867(02)00011-6

Norbiato, D., Borga, M., Degli, S., Gaume, E., & Anquetin, S. (2008). Flash flood warning based on rainfall thresholds and soil moisture conditions : An assessment for gauged and ungauged basins. Journal of Hydrology, (362), 274–290. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2008.08.023

Ogden, F., Sharif, H., Senarath, S., Smith, J., Baeck, M., & Richardson, J. (2000). Hydrologic analysis of the Fort Collins, Colorado, flash flood of 1997. Journal of Hydrology, 228, 82–100.

Paimin, Pramono, I. B., Purwanto, & Indrawati, D. R. (2012). Sistem Perencanaan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. (H. Santoso & Pratiwi, Eds.). Bogor: Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi.

Paimin, Sukresno, & Pramono, I. B. (2009). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. (A. N. Gintings, Ed.). Balikpapan: Tropenboss International Indonesia Programme.

Pheulpin, L., Sichoix, L., Barriot, J., & Recking, A. (2014). An Example of Flash-flood Events in Tahiti , French Polynesia. In Earth Observations and Societal Impacts (pp. 22–25).

Saksono, B. (2018, June 26). Kerugian Banjir Ditaksir Rp. 5 Miliar. Jawa Pos, Radar Banyuwangi. Banyuwangi. Retrieved from https://radar.jawapos.com/radarbanyuwangi/read/2018/06/26/82999/kerugian-banjir-ditaksir-rp-5-m

Wardhono, A., & Rondhi, M. (2010). Perhitungan Kerusakan dan Kerugian dalam Perspektif Ekonomi dan Sosial dengan Metode ECLAC pada Bencana Banjir Bandang Panti, Kabupaten Jember-Jawa Timur. In Seminar Nasional Bahaya Banjir Sedimen. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.3346.9840

Youssef, A. M., Pradhan, B., & Hassan, A. M. (2011). Flash flood risk estimation along the St. Katherine road, southern Sinai, Egypt using GIS based morphometry and satellite imagery. Environ Earth Sci, 62, 611–623. https://doi.org/10.1007/s12665-010-0551-1

Yuksek, O., Kankal, M., & Ucuncu, O. (2013). Assessment of big floods in the Eastern Black Sea Basin of Turkey. Environment Monitoring Assessment, 185, 797–814. https://doi.org/10.1007/s10661-012-2592-2




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1036

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License