PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI SEKITAR AREA PANAM KOTA PEKANBARU

Yusra Aulia Sari, Dewanti Dewanti

Abstract


Lahan memiliki peranan penting dan menjadi faktor utama untuk merealisasikan pembangunan fisik dan akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai jenis penggunaannya. Salah satu kecamatan di kota Pekanbaru yang mengalami perubahan penggunaan lahan adalah kecamatan Tampan atau Panam. Menurut RTRW Pekanbaru tahun 2012 wilayah pengembangan Panam berkembang ke arah pusat kegiatan pendidikan tinggi, kawasan permukiman, pusat kegiatan industri kecil, perkantoran, pemerintahan dan perdagangan. Untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan proses dan kejadian yang sesungguhnya. Pengambilan data menggunakan teknik observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Pada RTRW kota Pekanbaru tahun 2007 penggunaan lahan area Panam terbagi kedalam kawasan permukiman, kawasan pendidikan tinggi, serta kawasan perlindungan. Dalam kurun waktu 5 (lima) tahun pada tahun 2012 penggunaan lahan area panam berubah drastis menjadi kawasan permukiman yang semakin padat, kawasan pendidikan tinggi, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan pelayanan umum kesehatan, dan kawasan pelayanan umum olahraga. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan lahan tersebut adalah topografi, penduduk, nilai lahan, aksesibilitas, sarana dan prasarana, dan daya dukung lingkungan. Perubahan penggunaan lahan di area Panam yang drastis dalam beberapa tahun terakhir membuat area tersebut berkembang pesat. Perubahan penggunaan lahan di area Panam tersebut masih sesuai dengan RTRW kota Pekanbaru, pemerintah diharapkan dapat memberikan kebijakan yang tepat untuk menjaga daya dukung lingkungan di area Panam.

Keywords


Tata guna lahan; kawasan; panam

Full Text:

PDF

References


BPS Kota Pekanbaru. (2017a). Kecamatan Tampan dalam Angka 2017. BPS Kota Pekanbaru.

BPS Kota Pekanbaru. (2017b). Kota Pekanbaru dalam Angka 2017. BPS Kota Pekanbaru.

Chapin, F.S. (1979). Urban Land Use Planning. University of Chicago Press. Chicago.

Cullingswoth, B. (1997). Planningin the USA: Policies, Issues and Processes. London. New York: Routledge.

Hermawan, E. (2005). Kajian Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Jalan di Jawa Barat. Tesis Program Magister Teknik Sipil Pengutamaan Rekayasa dan Manajemen Infrastruktur ITB. Bandung.

Dwiyanto, T. A., & Sariffuddin, S. (2013). Karakteristik Belanja Warga Pinggiran Kota (Studi Kasus: Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Lanzen, M. (2003). The Ecological Footprint -Issues and Trends. ISA Research Paper 01-03. The University of Sidney. Australia.

Michalski, R, et al. (2006). Determination of Nitrogen Species (Nitrate, Nitrite and Ammonia Ions) in Environmental Samples by Ion chromatography. Polish Journal of Environmental Studies Vol. 15, No. 1, 5-18 h.

Nadia, F. (2015). Ekstraksi Morfometri Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Kota Pekanbaru untuk Analisis Hidrograf Satuan Sintetik. Annual Civil Engineering Seminar 2015. Pekanbaru.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1034

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License