DAMPAK KONVERSI LAHAN TERHADAP DAYA SERAP KARBON DIOKSIDA (CO2 ) STUDI KASUS DI KOTA TANGERANG SELATAN

Rifqi Hadi Fauzan, Ratna Saraswati, Adi Wibowo

Abstract


Kebutuhan akan lahan untuk pemukiman mengakibatkan tingginya tingkat konversi tutupan lahan vegetasi menjadi non-vegetasi. Kota Tangerang Selatan mengalami perubahan luas akibat konversi lahan vegetasi menjadi non-vegetasi mencapai 31,472 km2 dan proses konversi ini mengakibatkan hilangnya daya serap CO2 sebesar 98.212,022 kg CO2/m2 dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2007 – 2017). Pola konversi lahan paling banyak terlihat pada Kecamatan Pondok Aren dengan perubahan luasan mencapai 7,632 km2. Korelasi antara nilai biomassa yang dipengaruhi oleh nilai NDVI dengan korelasi Pearson mencapai R2 = 0.627 yang berarti terdapat pengaruh sebesar 60% NDVI terhadap nilai biomassa. Model estimasi Biomassa oleh NDVI dengan pengukuran lapangan menghasilkan persamaan regresi lnY = 3.969*X + 1.058.

Keywords


penginderaan jauh; NDVI; Ruang Terbuka Hijau; biomassa; karbon dioksida

Full Text:

PDF

References


Andana, E. K. (2015). Pengembangan Data Citra Satelit Landsat-8 untuk Pemetaan Area Tanaman Hortikultura dengan Berbagai Metode Algoritma Indeks Vegetasi (Studi Kasus: Kabupaten Malang dan Sekitarnya). Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXII, ISBN: 978-602-70604-1-8.

Badan Pusat Statistik. 2017. Kota Tangerang Selatan Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan. Banten.

Bakry, G. N. (2011). Analisis Peningkatan Suhu Permukaan Akibat Konversi Lahan dengan Menggunakan Citra Landsat ETM+. Skripsi Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Hairiah, K., Dewi, S., Agus, F., Sandra, V., Ekadinata, A., Rahayu, S., and M.V. Noordwijk. (2011). Measuring Carbon Stocks Across Land Use Systems. World Agroforestry Centre.

Hairiah, K., S.M. Sitompul, M.V. Noordwijk and C. Palm. (2001). Methods for Sampling Carbon Stocks Above and Below Ground. International Centre for Research in Agroforestry.

Latifah, S., Patana, P., Rahmawaty. (2016). Potensi Biomassa Permukaan Tanah Pada Jalur Hijau di Kota Medan. Jurnal Abdimas Talenta Vol. 1, No. 1 (2016), 70-75.

Lillesand, T., and Kiefer, R. (1979). Remote Sensing and Image Interpretation. UK: John Wiley and Sons Inc.

Lubis, S. H., Hadi, S. A., Ismayadi, S. (2013). Analisis Cadangan Karbon Pohon pada Lanskap Hutan Kota di DKI Jakarta (Tree Carbon Stock Analysis of Urban Forest Landscape in DKI Jakarta). Jurnal Penelitian Sosial dan Kehutanan, Vol. 10 No. 1, Maret 2013, Hal. 1 - 20.

Mildawani, I., Susilowati. D., Schiffer, L. R. (2008). Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Analisis Pemanfaatan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) Studi Kasus: Kota Depok. Jurnal Ilmiah Desain dan Konstruksi Vol 8, No 1 (2009).

Pambudhi, A., Murti, S.H., Zuharnen. (2012). Estimasi Stok Karbon Hutan dengan Menggunakan Citra ALOS AVNIR-2 di Sebagian Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Bumi Indonesia 1 (1), 2012.

Prawatya, Nanda Adi. (2013). Perkembangan Spasial Kota-Kota Kecil di Jawa Tengah. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, Vol. 1 No. 1 April 2013 (17 - 32).

RI (Republik Indonesia). (2007). Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Negara RI Tahun 2007, pasal 28 - 30. Sekretariat Negara. Jakarta.

Sherlim, E.L., Herwindiati, D.E., Mulyono, S. (2016). Deteksi Perubahan Lahan Ruang Terbuka Hijau dengan Robust Estimator pada Citra Landsat 8. SESINDO 2016, Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia, 1 November 2016.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1029

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License