PERKEMBANGAN KOTA PELABUHAN DAN KUALITAS HIDUP DI WILAYAH KECAMATAN BATU AMPAR KOTA BATAM

Rifandi Malik

Abstract


Pengembangan Kota Pelabuhan memerlukan integrasi antara perencanaan kota dan wilayah pelabuhan, baik itu interaksi spasial antara pelabuhan dan wilayah di sekitarnya maupun dengan seluruh stakeholder yang ada. Penelitian ini menganalisa hubungan yang terdapat di Pelabuhan Batu Ampar dan wilayah sekitarnya serta dampaknya terhadap kualitas kehidupan. Metode penilitian yang digunakan deskriptif kualitatif melalui pendekatan eksploratif atau yang disebut dengan penelitian penjajakan bersifat terbuka. wilayah pelabuhan telah merambah ke daerah perkotaan sementara pertumbuhan kota yang berkelanjutan telah mempengaruhi efisiensi operasi pelabuhan terutama transportasi darat. Pertumbuhan wilayah memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dalam berbagai aspek termasuk perkembangan suatu kota. Berikut adalah beberapa aspek yang mencakup kualitas hidup adalah 1). Kesehatan fisik dan kemampuan fungsional, 2). Kesehatan psikologis, kesejahteraan dan kepuasan hidup secara subyektif, 3). Jaringan sosial, aktifitas dan partisipasi, 4). Kondisi sosial-ekonomi dan lingkugan hidup.Kesimpulan nya Perencanaan penggunaan lahan dan rencana lokal yang ada untuk Batu Ampar tampaknya tidak mengintegrasikan perencanaan tata ruang antara pelabuhan dan daerah perkotaan. Konsekuensinya, kualitas hidup warga menjadi menurun.

Keywords


Hubungan Kota Pelabuhan; Pertumbuhan Kota; Pengembangan Spasial

Full Text:

PDF

References


Abdullah dkk. (2011) “Port city development and quality of life in pasir gudang port,Johor, Malaysia”. Asia Pacific International Conference on environtment-Behaviour. (7-9 Desember 2011).

Alkadri (ed). 1999 Manajemen teknolgi untuk pengembangan wilayah. Jakarta. Edisi Pertama

Baldwin, 2005. Pengantar Ekonomi Industri: Pendekatan Struktur, Prilaku, dan Kinerja Pasar, BPFE, ANGGOTA IKAPI, YOGYAKARTA.

Bambang, Triyoso. 2004. Analisis Kuasalitas anatr Ekspor dan Pertumbuhan Ekonomi Ekonomi di Negara-negara ASEAN. Sumatera Utara: Fakultas Ekonomi UNSU

Birkhamshaw, Alex J and J.W.R. Whitehand. (2012) Conzenian Urban Morphology and the Character Area of Planners and Residents. Urban Design International (17), 4–17.

Danisworo, Muhammad. (1989) Urban Landscape Sebagai Komponen Penentu Kualitas Linkungan Kota. Makalah Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UK. Petra. Surabaya.

Ducruet, Cesar. (2011). “The Port city in multidisciplinary analysis” CNRS, Paris, Perancis.

Glasson, Jhon. (1990). Pengantar perencana regional. Terjemahan Paul Sihotang. Jakarta: Lembaga

penerbit UI.

Karunia dan Djaja. (2013) “Peran Pelabuhan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia” Departemen Ilmu ekonomi, Universitas Indonesia

Lynch, Kevin. (1969) The Image of The City. Cambridge, Massachusetts: MIT Press.

Markus, Zahnd. (1999) Perancangan Kota Secara Terpadu. Yogyakarta: Kanisius

Nielsen, G., J. Nelson, C. Mulley, G. Tegner, G. Lind and T. Lange. (2005). Public Transport - Planning the Networks - HiTrans Best Practice Guide 2. Stavanger, Norway: European Union Interreg III and HiTrans.

Philip James and Daniel Bound. (2009) Urban Morphology Types and Open Space Distribution in Urban Core Areas. Urban Ecosystem 12:417:424 doi 10.1007/s11252-009-0083-1




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1028

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License