ANALISIS HUBUNGAN PERUBAHAN SUHU UDARA DENGAN KETERSEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU Studi Kasus di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Niken Pratiwi Cahya Dewi Purwandani, ilya Faradisa, Nina Khairunnisa

Abstract


Kini pembangunan sosial ekonomi dan dinamika perkotaan yang bersifat dinamis di Kota Banjarmasin, berdampak buruk terhadap pemanfaatan ruang wilayah kota, kondisi ini akan mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH). Pengurangan RTH diduga menjadi salah satu penyebab peningkatan suhu udara, karena salah satu fungsi dari RTH adalah sebagai pengatur dan penyeimbang iklim mikro. Diperlukaan penelitian untuk membuktikan dugaaan tersebut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara sebaran RTH dan pola suhu udara di Kota Banjarmasin secara spasial dan temporal. Dengan menggunakan Citra Landsat 5 TM tahun 2007 dan Landsat 8 OLI tahun 2017 dan 2018 digunakan untuk interpretasi RTH, tutupan lahan, dan suhu udara permukaan. Pengukuran suhu udara aktual di lokasi survei menggunakan metode mobile traverse pada penampang melintang sepanjang 8 km yang mencakup berbagai jenis penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan, sebaran RTH tersebar secara radial di tepi Kota Banjarmasin, begitu pula dengan pola suhu udara. Suhu udara terendah terdapat di wilayah RTH dan tertinggi di non-RTH. Hal ini didukung dengan hasil chi-square yang menunjukkan signifikan berpengaruh antara kerapatan vegetasi RTH dengan suhu udara, hal ini dikarenakan kerapatan vegetasi RTH dapat menurunkan suhu udara Kota Banjarmasin.

Keywords


Ruang Terbuka Hijau; Suhu Udara; Kota Banjarmasin

Full Text:

PDF

References


Effendy, S. (2009). Dampak Pengurangan RTH Perkotaan terhadap Peningkatan Suhu Udara dengan Metode Penginderaan Jauh. Jurnal Agromet, 23(November), 169–181.

Indonesia, P. R. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007, Pub. L. No. 26 (2007). Jakarta (Indonesia).

Junaidi. (2010). Prosedur Uji Chi-Square. Fakultas Ekonomi Universitas Jambi, 1–9. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2797.8400

Kota Banjarmasin, B. P. S. (2017). Kota Banjarmasin Dalam Angka 2017. Kota Banjarmasin: BPS Kota Banjarmasin.

Kota Banjarmasin, P. D. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 9 Tahun 2014, Pub. L. No. 9 (2014). Kota

Banjarmasin.

Pujirahayu, Y. (2010). Identifikasi Karakteristik Ruang Terbuka Hijau Pada Kota Dataran Rendah di Indonesia (Studi Kasus: Kota Banjarmasin, Yogyakarta, dan Medan). Retrieved from http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/27431

Rafik, A., & Rahmani, R. (2011). Identifikasi Menggunakan Sistem Informasi di Kota Banjarmasin. Jurnal Intekna, 2, 134–139.

Sugiyono. (2005). Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Voogt, & Oke. (1998). Effects of Urban Surface Geometry on Remotely-sensed Surface Temperature. International Journal of Remote Sensing, 19, 5.

Zarrin, A. (2018). Koalisi Kependudukan Tanam 1000 Pohon di Kampung KB Sungai Jingah. Retrieved March 11, 2017, from https://www.kanalkalimantan.com/koalisi- kependudukan-tanam-1000-pohon-dikampung-kb-sungai-jingah/




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1024

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License