PERUBAHAN PENUTUP LAHAN DAN KERAPATAN VEGETASI TERHADAP URBAN HEAT ISLAND DI KOTA SURAKARTA

Nafisatul Baroroh, Pangi Pangi

Abstract


Secara fisik, perkembangan perkotaan dapat terlihat dari perubahan penduduknya yang semakin bertambah dan semakin padat. Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk Kota Surakarta tahun 2000 yaitu sebesar 490.214 jiwa dan meningkat ±23.957 jiwa di tahun 2016. Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat akan menyebabkan perubahan penggunaan lahan demi menunjang aktifitas penduduk yang seringkali mengakibatkan benturan kepentingan sehingga mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Hal itu disebabkan oleh semakin terdesaknya alokasi lahan untuk vegetasi. Perubahan lahan vegetasi yang tergantikan oleh jalan, bangunan dan struktur lain akan lebih banyak menyerap panas matahari dan memantulkannya, sehingga menyebabkan suhu permukaan di kota naik. Akibatnya semakin banyak titik-titik panas yang terbentuk sehingga menyebabkan perubahan unsur-unsur cuaca dan iklim sebagai pemicu terjadinya Urban Heat Island (UHI). Sesuai dengan uraian tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan penutup lahan dan kerapatan vegetasi terhadap Urban Heat Island di Kota Surakarta. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan pengolahan data spasial. Berdasarkan hasil dari analisis menunjukkan bahwa jenis penutup lahan yang mendominasi adalah permukiman dan lahan terbangun, serta kelas kerapatan vegetasi didominasi oleh vegetasi jarang. Kemudian untuk distribusi suhu permukaan di Kota Surakarta secara keseluruhan tahun 1994, 2000 dan 2017 nilainya berubah, dimana rentang suhunya berkisar antara 21 C – 24 C (terendah) sampai dengan 34 C – 37 C (tertinggi). Perubahan suhu yang terjadi inilah mengindikasikan terjadinya fenomena Urban Heat Island di Kota Surakarta. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disumpulkan bahwa terdapat perubahan jenis penutup lahan dan juga kelas kerapatan vegetasi yang terjadi terhadap Urban Heat Island di Kota Surakarta.

Keywords


UHI; penutup lahan; kerapatan vegetasi

Full Text:

PDF

References


Aftriana, C. V., & others. (2013). Analisis Perubahan Kerapatan Vegetasi Kota Semarang Menggunakan Bantuan Teknologi Penginderaan Jauh. Universitas Negeri Semarang.

Al Mukmin, S. A., Wijaya, A. P., & Sukmono, A. (2016). Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Distribusi Suhu Permukaan dan Keterkaitannya dengan Fenomena Urban Heat Island. Jurnal Geodesi Undip, 5(1), 224–233.

Andini, S. W., Prasetyo, Y., & Sukmono, A. (2018). Analisis Sebaran Vegetasi dengan Citra Satelit Sentinel Menggunakan Metode NDVI dan Segmentasi. Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 14–24.

Arie, F. C. (2012). Sebaran Temperatur Permukaan Lahan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kota Malang. In Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (APTW) ISSN (hal. 2301–6752).

Belgaman, H. A., Lestari, S., & Lestiana, H. (2012). Studi Pulau Panas Perkotaan dan Kaitannya dengan Perubahan Parameter Iklim Suhu dan Curah Hujan Menggunakan Citra Satelit Landsat TM Studi Kasus DKI Jakarta dan Sekitarnya. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 13(1), 19–24.

Bhargava, A., Lakmini, S., & Bhargava, S. (2017). Urban Heat Island Effect : It’s Relevance in Urban Planning. Journal of Biodiversity & Endangered Species, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.4172/23322543.1000187

Delarizka, A., Sasmito, B., & others. (2016). Analisis Fenomena Pulau Bahang (Urban Heat Island) di Kota Semarang Berdasarkan Hubungan antara Perubahan Tutupan Lahan dengan Suhu Permukaan Menggunakan Citra Multi Temporal Landsat. Jurnal Geodesi Undip, 5(4), 165–177.

Eko, T., & Rahayu, S. (2012). Perubahan Penggunaan Lahan dan Kesesuaiannya terhadap RDTR di Wilayah Peri-Urban Studi Kasus: Kecamatan Mlati. Jurnal Pembangunan Wilayah & Kota, 8(4), 330–340.

Fawzi, N. I., & Naharil, N. (2013). Kajian Urban Heat Island di Kota Yogyakarta--Hubungan antara Tutupan Lahan dan Suhu Permukaan. Prosiding Simposium Nasional Sains Geoinformasi III 2013, 275–280.

Hardyanti, L., Sobirin, S., & Wibowo, A. (2017). Variasi Spasial Temporal Suhu Permukaan Daratan di Kota Jakarta tahun 2015 dan 2016. In Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar (Vol. 8, hal. 704–713).

Hermawan, E. (n.d.). Fenomena Urban Heat Island (UHI) pada Beberapa Kota Besar di Indonesia sebagai Salah Satu Dampak Perubahan Lingkungan Global, 33–45.

Khambali, I., & ST, M. (n.d.). Model Perencanaan Vegetasi Hutan Kota. Penerbit Andi.

Mirzaei, P. A. (2015). Recent Challenges in Modeling of Urban Heat Island. Sustainable Cities and Society, 19, 200–206.

Nugroho, A. (2017). Analisis Kerapatan Vegetasi di Kecamatan Ngaglik tahun 2006 dan 2016 Menggunakan

Teknik Penginderaan Jauh. Geo Educasia-S1, 2(3), 306–320.

Nugroho, S. A., Wijaya, A. P., & Sukmono, A. (2016). Analisis Pengaruh Perubahan Vegetasi Terhadap Suhu Permukaan di Wilayah Kabupaten Semarang Menggunakan Metode Penginderaan Jauh. Jurnal Geodesi Undip, 5(1), 253–263.

Pontoh, N. K., & Kustiwan, I. (2009). Pengantar Perencanaan Perkotaan. Bandung: Penerbit ITB.

Purwadhi, S. H., & Sanjoto, T. B. (2008). Pengantar Interpretasi Citra Penginderaan Jauh. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Jurusan Geografi Universitas Negeri Semarang.

Sobirin, S., & Fatimah, R. N. (2015). Urban Heat Island Kota Surabaya. Geo Edukasi, 4(2).

Sri Adiningsih, E., Hartati, S., Mujiasih, S., & others. (2010). Kajian Perubahan Distribusi Spasial Suhu Udara Akibat Perubahan Penutup Lahan. Warta LAPAN, 3(1).

Tursilowati, L. (2010). Pulau Panas Perkotaan akibat Perubahan Tata Guna dan Penutup Lahan di Bandung dan Bogor. Jurnal Sains Dirgantara, 3(1).

Wicahyani, S., Izzati, M., & others. (2013). Pulau Bahang Kota (Urban Heat Island) di Yogyakarta Hasil Interpretasi Citra Landsat TM Tanggal 28 Mei 2012. In Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/SNG.2018.3-0.1022

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Seminar Nasional Geomatika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Prosiding Semnas Geomatika terindeks oleh:

 

Copyright of Badan Informasi Geospasial

Creative Commons License